Orangtua Siswa Tak Naik Kelas Sepakat Damai dengan SMA Gonzaga

PERISTIWA | 21 November 2019 14:57 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Orangtua murid yang tidak naik kelas sepakat berdamai dengan pihak SMA Kolese Gonzaga. Keduanya setuju menyelesaikan perkara perdamaian usai mediasi dan diputuskan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Mengadili, menghukum para penggugat tergugat dan turut tergugat untuk mentaati isi kesepakatan perdamaian yang telah disepakati," kata Ketua Majelis Hakim Lenny Wati Mulasimadhi, di ruang sidang Prof Subekti, PN Jaksel, Kamis (21/11).

1 dari 3 halaman

Meliputi Tiga Hal

Kesepakatan damai antara pihak meliputi tiga hal. Pertama, atas kehendak bebas dan tanpa paksaan dari pihak manapun juga, Penggugat Yustina Supatmi dan suami Firman Budisetia menyatakan dengan ini mencabut gugatan tersebut di atas termasuk 7 butir tuntutan di dalamnya.

Kedua, Penggugat mengakui telah mengadukan SMA Kolese Gonzaga kepada berbagai institusi, baik pemerintah, swasta, maupun keagamaan. Untuk itu dengan ini Penggugat menyatakan mencabut semua pengaduan baik lisan maupun tertulis ke Suku Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jakarta Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Pengurus Yayasan Wacana Bhakti, Ketua Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Jakarta, Uskup Agung Jakarta maupun lembaga-lembaga lainnya.

Ketiga, baik Penggugat maupun Para Tergugat dengan ini menyatakan tidak saling mengadukan satu sama lain atau tidak saling menggugat satu sama lain dikemudian hari sehubungan dengan tidak naik kelasnya siswa Bramantyo Budikusuma di SMA Kolese Gonzaga. Sebab dengan menandatangani kesepakatan perdamaian ini Penggugat dan Para Tergugat mengakui masalah tersebut telah diselesaikan dengan perdamaian.

2 dari 3 halaman

Demi Kebaikan Semua

Dengan kesepakatan itu, pengaduan terhadap SMA Kolese Gonzaga selama ini baik lisan maupun tertulis harus dicabut semua.

"Sehingga demikian tidak ada perkara lagi antara penggugat dan SMA Kolese Gonzaga dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta," kata Kuasa hukum SMA Kolese Gonzaga, Edi Danggur.

Sementara, orangtua murid Yustina Supatmi, mengatakan, pencabutan tuntutan untuk kebaikan semua pihak terkait. Dari kasus ini, dia mempercayakan Dinas Pendidikan untuk lebih baik membina pendidikan ke depan.

"Dengan adanya perdamaian ini maka tuntutan penggugat dikesampingkan. Sudah berdamai," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Tanggapan Dinas Pendidikan

Kemudian, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Dinas Pendidikan DKI, Taga Radja Gah berterimakasih kepada wali murid yang telah memilih jalur perdamaian bersama SMA Kolese Gonzaga. Menurutnya, seluruh sengketa pendidikan bisa selesai dengan damai.

"Namanya sengketa dunia pendidikan endingnya adalah musyawarah untuk damai, dan mudah-mudahan ini buat pelajaran seluruh dunia pendidikan di Indonesia bahwa segala sesuatu mestinya dibicarakan dengan hati nurani baik di sekolah maupun masyarakat," tandasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Orangtua yang Anaknya Tak Naik Kelas Buka Jalan Damai dengan SMA Gonzaga
Cerita Lengkap Orangtua Siswa Gugat SMA Gonzaga Gara-Gara Anak Tak Naik Kelas
SMA Gonzaga Bakal Gugat Balik Orangtua Siswa yang Tak Naik Kelas
Siswa yang Orangtuanya Gugat Gonzaga Karena Tak Naik Kelas Pilih Pindah Sekolah
Sidang Gugatan Siswa SMA Gonzaga Tak Naik Kelas Akan Dimediasi
PN Jaksel Tunda Sidang Gugatan Wali Murid SMA Kolase Gonzaga Pekan Depan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.