P2TP2A dampingi siswa SMP di NTT yang minum racun usai dihina guru

PERISTIWA | 10 September 2017 21:35 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur akan mendampingi FK jika orang tuanya ingin menempuh jalur hukum. FK merupakan siswa kelas 3 Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Satu Atap Waiwaru, Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur. Siswa ini nekat minum racun pembasmi rumput akibat dihina gurunya.

Maria Loka, salah satu anggota P2TP2A Lembata mengatakan, pihaknya siap mendampingi korban, jika keluarga ingin melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib.

"Iya kita dari lembaga siap dampingi, karena di dalam itu ada intimidasi, ada fitnah, kalau kita mau laporkan tentang psikis terganggu, kita tidak ada psikiater. Jadi kita dukung langkah hukum yang diambil," ucap Maria kepada merdeka.com, Minggu (10/9).

Pihaknya juga akan berusaha melakukan mediasi antara korban dengan guru yang melakukan pemfitnahan hingga membuat siswa itu depresi. "Nanti kita panggil ibu guru itu ke kantor dan akan kita lakukan mediasi, kita juga akan minta ibu itu untuk berkontribusi terhadap pemulihan kesehatan korban," jelasnya.

Maria menjelaskan, Kabupaten Lembata kini memiliki rumah aman yang siap menampung korban untuk mengembalikan psikologisnya seperti semula.

FK dirujuk dari Lembata ke Kupang untuk dirawat secara intensif pada Minggu (3/9) kemarin. Korban dirawat di ruangan Kelimutu kelas 3. Korban dirujuk ke Kupang guna memastikan tidak ada lagi racun dalam tubuhnya. Sebab, rumah sakit di Lembata belum mempunyai peralatan medis yang lengkap.

Sebelumnya diberitakan, FK (16), siswa SMP Negeri 2 Satu Atap Waiwaru, Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur, harus dilarikan ke rumah sakit setempat, setelah meminum racun. FK nekat menenggak cairan racun pembasmi rumput, karena merasa malu selalu dihina oleh gurunya sendiri berinisial BB, selama pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung di dalam kelas.

(mdk/noe)