Pacaran Online, Mahasiswa S2 di Surabaya Telanjangi 6 Wanita via Video Call

PERISTIWA | 6 Desember 2018 18:12 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Rayuan M Yusuf Arifin (23), mahasiswa pasca-sarjana di salah satu kampus negeri terkenal di Surabaya ini memang jempolan. Kendati tak bertemu fisik dengan gadis-gadis yang diincarnya, dia mampu memacari sekaligus 'menelanjangi' mereka.

Pemuda asal Gresik ini mengaku, dia hanya butuh waktu tiga bulan untuk membuai gadis-gadis yang diincarnya melalui chat media sosial (medsos). "Dari mulai perkenalan, saya hanya butuh waktu tiga bulan untuk bisa memacari mereka," kata tersangka kepada penyidik di Mapolda Jawa Timur, Kamis (6/12).

Meski berpacaran, Yusuf tidak pernah bertemu secara fisik, namun dia bisa merayu pacar online-nya itu berkomunikasi via video call dan meminta mereka untuk telanjang.

Anehnya, korban mau saja diperintah tersangka untuk bugil via video call. "Itu dilakukan tersangka sejak 2013 hingga 2018. Setidaknya dari pemeriksaan kami, sudah ada enam korban, semuanya pernah dipacari tersangka," sahut Wadir Reskrimsus Polda Jawa Timur, AKBP Arman Asmara.

Kemudian setelah putus, tersangka mengumpulkan bahan untuk melakukan ancaman. Dengan bekal video pertama, tersangka mengancam mantan pacarnya itu untuk kembali melakukan porno aksi, dengan pose berbeda-beda.

Jika menolak, foto dan video yang sudah direkam tersangka akan disebar ke teman-teman kampusnya serta medsos dan akan diupload ke situs dewasa buatan tersangka.

"Jadi misalnya begini, hari ini korban diminta (bugil) berdiri, besok diminta duduk. Tersangka mengaku puas jika menonton mantan pacar-pacarnya itu telanjang," beber Arman.

Diberitakan sebelumnya, dari hasil patroli dunia maya yang dilakukan tim Subdirektorat Cyber Crime Polda Jawa selama pekan terakhir, menemukan situs yang menampilkan konten-konten porno dengan nama akun anonim.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata situs dewasa tersebut adalah milik tersangka Yusuf, seorang mahasiswa S2 di salah satu Universitas Negeri di Surabaya.

Selanjutnya polisi melakukan penangkapan dan menyita barang bukti berupa satu unit laptop, tiga handphone berbagai merek, serta satu hardisk eksternal ukuran 1 terabytes (Tb).

Kepada penyidik, tersangka mengaku, apa yang dilakukannya hanya untuk memuaskan hasrat seksualnya. Bukan atas dasar mencari keuntungan materi. "Saya tidak pernah memeras. Juga tidak mencari keuntungan melalui situs yang saya buat," dalih tersangka kepada penyidik.

Yusuf akan dijerat Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayait (1) Undang-Undang (UU) RI nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan atau Pasal 29 jo Pasal 45BU UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008, tentang ITE. (mdk/bal)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.