'Pak Habibie Boleh Pergi, tapi Hasil Kerjanya Tetap Terpatri di Dalam Hati'

PERISTIWA | 11 September 2019 21:08 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Presiden RI ke-3 BJ Habibie di RSPAD, Rabu (11/9). Dia mengatakan, Indonesia telah kehilangan seorang negarawan.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kita kehilangan 'mantan terindah'. Sifat seorang negarawan yang hampir sulit ditemukan di Indonesia hari-hari ini," katanya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (11/9).

Dia mengingat, ketika Habibie mengawal proses reformasi pada tahun 1998-1999. Selain itu, Habibie juga telah memberikan kebebasan informasi bagi pers pada masa pemerintahannya.

"Pak Habibie berjasa mengawal proses reformasi yang masih bayi ketika itu. Kebebasan pers, otonomi daerah dan lain lain dimulai pada era beliau. Pada masa Pak Habibie fondasi demokrasi dibangun," tegasnya.

Untuk itu, Toni meminta seluruh lapisan masyarakat memanjatkan doa bagi Habibie. "Pak Habibie boleh pergi, tapi hasil kerjanya tetap terpatri di dalam hati," tutupnya.

Baca juga:
VIDEO: Ibas Yakin BJ Habibie Bertemu Kembali dengan Ainun
'BJ Habibie Tokoh Segala Zaman'
Jenazah BJ Habibie Dibawa ke Rumah Duka
Menristekdikti: Hampir Setiap Ibu Ingin Anaknya Menjadi Pintar Seperti Habibie
Habibie Meninggal, Indonesia Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama Tiga Hari
Fadli Zon dan Fahri Hamzah Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya BJ Habibie
BJ Habibie Meninggal, Dubes Australia dan Denmark Sampaikan Bela Sungkawa

(mdk/fik)