Pakar: Varian Mu Miliki Potensi Hindari Kekebalan Tubuh

Pakar: Varian Mu Miliki Potensi Hindari Kekebalan Tubuh
ilustrasi virus. ©2015 Merdeka.com/ www.telegraph.co.uk
NEWS | 17 September 2021 14:36 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Kemunculan varian Mu, mutasi dari virus Covid-19, membuat banyak negara kembali was-was. Ahli epidemiologi dari Universitas Andalas, Defriman Djafri mengatakan varian Mu virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 memiliki potensi menghindari kekebalan tubuh.

"Varian ini memiliki mutasi yang memiliki potensi untuk menghindari kekebalan oleh infeksi atau vaksinasi sebelumnya," kata Defriman saat dihubungi. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (17/9).

Defriman yang juga Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Cabang Provinsi Sumatera Barat menuturkan hingga saat ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) sedang memantau perkembangan varian Mu. Varian Mu pertama kali diidentifikasi di Kolombia dan kini terdeteksi di 39 negara.

Menurut Defriman, hasil dari suatu kajian di Jepang mengatakan terdapat netralisasi yang tidak efektif dari varian Mu terhadap plasma konvalesen dan vaksin.

Ia menuturkan varian Mu masih tergolong variant of interest (VoI), dan ada kemungkinan untuk masuk ke Indonesia.

"Mobilitas terus berjalan pada saat pandemi, sangat memungkinkan varian ini bisa muncul jika protokol kesehatan masyarakat dan sistem surveilans yang tidak jeli dalam mendeteksi ini," ujarnya.

Defriman menuturkan upaya yang harus dilakukan pemerintah adalah meningkatkan kewaspadaan agar varian tersebut tidak masuk ke Indonesia. Selain itu, penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat juga harus ditingkatkan dan diawasi.

Penguatan sistem surveilans harus dilakukan, dan sampel saat ini juga harus segera secara berkala dianalisis melalui pengurutan keseluruhan genom (whole genome sequencing), agar cepat mendeteksi dan mengambil langkah-langkah pengendalian yang komprehensif.

Hingga sekarang ini, varian yang masuk daftar VoI adalah varian Eta, Iota, Kappa, Lambda dan Mu.

WHO mengklasifikasikan suatu varian virus SARS-CoV-2 sebagai VoI dengan kriteria yakni varian tersebut memiliki perubahan genetik yang diperkirakan atau diketahui mempengaruhi karakteristik virus seperti penularan, keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, pelepasan diagnostik atau terapeutik.

VoI juga diidentifikasi sebagai penyebab penularan komunitas yang signifikan atau beberapa kluster Covid-19, di banyak negara dengan prevalensi relatif yang meningkat bersamaan dengan peningkatan jumlah kasus dari waktu ke waktu, atau dampak epidemiologis nyata lainnya yang menunjukkan risiko yang muncul terhadap kesehatan masyarakat global.* (mdk/lia)

Baca juga:
Pemerintah Perketat Pengawasan di Jalur Lintas Batas Antarnegara
Eijkman: Varian C.1.2 Belum Terdeteksi di Indonesia
Kemenkes: Varian Covid-19 Lamda & Mu Belum Masuk RI, Tapi Perlu Diwaspadai
Kemenkes Perketat Pintu Masuk RI Jaring Pelaku Perjalanan Internasional Positif Covid
Kemenkes Catat Kasus Covid-19 Varian Delta Meningkat Jadi 2.552 per 14 September
Pemerintah Pantau 3 Varian Mutasi Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami