Palembang Kembali Dikepung Kabut Asap Pekat

PERISTIWA | 2 Oktober 2019 11:44 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Setelah beberapa sempat cerah, cuaca di Palembang kembali menyentuh kategori berbahaya akibat kabut asap. Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di beberapa wilayah Sumatera Selatan.

Berdasarkan pantauan, kabut bercampur asap pekat muncul pada malam dan pagi ini, Rabu (2/10). Pekatnya asap membuat jarak pandang hanya sekitar 500 meter.

Kabut asap tersebut berdampak pada kualitas udara di Palembang. Pantauan dari situs www.bmkg.go.id, konsentrasi partikulat PM10 pada pukul 02.00 WIB, PM10 berada di angka 431,71 mikrogram per meter kubik.

Lalu meningkat pada pukul 03.00 WIB menjadi 486,61, dan pada pukul 04.00 WIB menjadi 498,60. Titik paling perbahaya terjadi pada pukul 05.00-06.00 dengan konsentrasi PM10 di angka 624,71-649,72 mikrogram per meter kubik.

Sementara dari satelit LAPAN, hotspot di Sumsel yang terjadi pada 1 Oktober 2019 yang tercatat hari ini sebanyak 610 titik. Jumlah tersebut meningkat drastis dari beberapa hari lalu. Pada 28 September 2019 tercatat ada 63 titik, 29 September 2019
sebanyak 198 titik, dan 30 September 2019 menurun menjadi 87 titik.

Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel Ansori mengungkapkan, asap tersebut muncul akibat karhutla di lahan gambut yang berada di Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir. Karhutla di gambut belum berpengaruh adanya hujan empat hari terakhir.

"Masih terjadi karhutla di lahan gambut. Hujan itu hanya memadamkan api permukaan, tetapi di gambut dalam tidak padam, begitu panas api kembali membesar," ungkap Ansori.

Menurut dia, api di lahan gambut hanya dapat dipadamkan dengan hujan intensitas tinggi, bisa juga pengeboman air dari udara atau water boombing secara kontinyu.

"Mayoritas lahan gambut yang terbakar sulit ditembus lewat jalur darat. Itu yang menjadi kendala, ini membahayakan karena gambut itu dalamnya bisa belasan meter," kata dia. (mdk/ray)

Baca juga:
Data Titik Api 24 September: Riau Turun Paling Banyak, di Kalteng Masih Tinggi
VIDEO: Bakar Jerami di Lahan 5x2 Meter, Kakek Apendi Jadi Tersangka Karhutla
Walhi: Kabut Asap Terus Berulang Bukti Negara Gagal Kelola SDA
2019, Luas Karhutla di Indonesia Capai 328.724 Hektare
Sumsel Dikepung Asap Kebakaran Hutan, Gubernur Herman Deru Malah ke Malaysia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.