Palsukan Akta Pernikahan Demi Kuasai Harta Orang yang Sudah Wafat

Palsukan Akta Pernikahan Demi Kuasai Harta Orang yang Sudah Wafat
PERISTIWA | 28 Januari 2020 19:25 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Penyidik Harta dan Benda (Harda), Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap tiga orang tersangka pemalsu akta perkawinan, masing-masing berinisial MHH, ABB, dan J. Ketiganya memalsukan akta perkawinan antara tersangka J dan seorang laki-laki bernama Basri Sudibjo yang sudah meninggal dunia dengan tujuannya untuk menguasai harta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, J sengaja memalsukan akta perkawinan dengan Basri Sudibjo agar bisa diakui secara hukum sebagai istri. Sehingga, tersangka J bisa mendapatkan harta warisan berupa tanah di kawasan Jakarta Selatan senilai Rp40 miliar.

"Para pelaku secara bersama-sama melakukan pemalsuan dan atau pemalsuan akta otentik pernikahan untuk mendapatkan legalitas. Sehingga, dia (tersangka J) bisa menguasai aset berupa sertifikat tanah atas nama almarhum Basri Sudibjo," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (28/1).

Yusri menjelaskan, guna memuluskan niatnya itu J dibantu oleh tersangka berinisial ABB. Pria itu mempertemukan J dengan MHH yang mengaku sebagai pendeta di Bogor, Jawa Barat dan mengaku dapat membuatkan akta pernikahan untuk J dan Basri.

Setelah diperiksa, MHH tidak pernah terdaftar sebagai pendeta di Bogor. Bahkan, akta perkawinan yang diterbitkan pun terbukti palsu.

"MHH mencatut nama salah satu gereja di Bogor. Namun, penyelidikan memastikan pencatutan nama maupun dokumen akta nikah yang dibuat MHH palsu," katanya.

Menurut Yusri, J dan korban telah berkenalan sudah lama, yang mana antara hubungan terapis dan pasien. Perkenalan itu pun membuat pelaku nekat. Atas hal ini, anak korban pun merasa dirugikan sehingga melaporkan kasus pemalsuan akta perkawinan itu ke polisi.

"Kita persangkakan di sini kepada tiga tersangka adalah di Pasal 263 KUHP, 264, 266 dan 242. Ancamannya di atas 5 tahun penjara kepada para pelaku ini dengan perannya masing-masing," pungkas Yusri. (mdk/eko)

Baca juga:
Polda Metro Ungkap Kasus Pemalsuan Akta Nikah Demi Warisan
Diduga Palsukan Dokumen, Seorang Pendeta di Pelalawan Didatangi Polisi
Palsukan STNK & SIM, ASN Dispenda Sumsel Ditangkap Polisi
Qomar Divonis 17 Bulan Penjara
VIDEO: Pemalsu e-KTP di Solo Minta Imbalan Rp500 ribu Sekali Cetak
Layani Pembuatan e-KTP Palsu, Pegawai Dispendukcapil Solo Dipecat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami