Palsukan STNK & SIM, ASN Dispenda Sumsel Ditangkap Polisi

Palsukan STNK & SIM, ASN Dispenda Sumsel Ditangkap Polisi
PERISTIWA | 28 November 2019 20:58 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumatera Selatan Riki Fitriyadi (33) ditangkap polisi karena memalsukan STNK dan SIM. Puluhan barang bukti disita bukti sebagai penguat proses hukumnya.

Pelaku diringkus tanpa perlawanan di rumahnya di Jalan Macan Kumbang VII, Kelurahan Demang Lebar Daun, Palembang, Selasa (26/11) malam. Kini statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka mengaku sudah melakukan aksinya selama tiga bulan terakhir. Modus yang dilakukan dengan cara merendam STNK asli yang sudah habis masa berlaku. Kemudian, dia lepas hologram dan dipasangkan ke STNK palsu.

STNK palsu itu dibuat dengan cara diprint dan hologram yang baru dipasang disetrika sehingga lengket. Dia membuat nama dan alamat pemesan termasuk jenis kendaraan, nomor mesin, dan rangka sama persis dengan STNK asli yang dicetak Samsat sebelumnya.

"Sudah tiga bulan membuat STNK palsu, SIM juga begitu," ungkap tersangka Riki di Mapolda Sumsel, Kamis (28/11).

Tersangka mengaku meraih untung Rp700 ribu. Pemesannya tidak mengetahui jika STNK dan SIM yang dibuatnya adalah palsu.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, penangkapan berawal dari laporan warga yang mengetahui tersangka bisa membuat STNK kendaraan roda empat dan roda dua, serta SIM. Setelah diselidiki, barang yang dibuat adalah palsu.

"Modusnya dengan mendaur ulang STNK, dia menggunakan laptop dan setrika," kata Suryadi.

Dalam kasus ini, pihaknya mengamankan banyak barang bukti. Seperti laptop, printer, setrika, 29 lembar STNK mobil yang habis masa berlaku, 16 lembar STNK sepeda motor habis masa,5 lembar STNK mobil palsu, 6 STNK sepeda motor palsu, kertas A4, stempel tanggal, hologram yang sudah direndam, catatan pesanan, dan 9 lembar SIM palsu golongan B1 dan C.

"Kami sudah kantongi beberapa korban, tetapi perlu didata lagi mengingat diduga sudah banyak korbannya," pungkasnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Qomar Divonis 17 Bulan Penjara
VIDEO: Pemalsu e-KTP di Solo Minta Imbalan Rp500 ribu Sekali Cetak
Layani Pembuatan e-KTP Palsu, Pegawai Dispendukcapil Solo Dipecat
Layani Pembuatan e-KTP Palsu, Pegawai Kontrak Dispendukcapil Solo Ditangkap
Gelar Profesor Pemilik Mobil B 1 RI Diduga Aba-Abal
Kabur Dua Tahun, Buronan Kejari Medan Ditangkap di Rumah
Eks Wakil Ketua Kelenteng Tuban Ditahan Polisi Terkait Kasus Pemalsuan Dokumen

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami