PAN minta Marsekal Hadi menjamin TNI netral di tahun politik

PERISTIWA | 6 Desember 2017 18:25 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Seluruh fraksi partai politik menyetujui Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan pensiun pada 2018 mendatang. Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais mengatakan partainya tidak memberikan catatan kritik kepada Hadi saat uji kelayakan dan kepatutan.

Pihaknya hanya menyampaikan sejumlah harapan dan masukan kepada Hadi jika menjabat sebagai Panglima TNI. Salah satunya meminta Hadi menjamin TNI netral dan profesional di tahun politik.

"Hanya catatan umum bahwa diharapkan Panglima baru bisa jamin netralitas TNI terutama kaitannya tahun politik dua tahun ke depan sebagai bentuk menjaga profesionalisme TNI," kata Hanafi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12).

Hanafi menuturkan, masukan kedua dari PAN agar Panglima TNI menambah dan memodernisasi alat utama sistem persenjataan khususnya di laut dan udara. Hal ini penting dilakukan untuk mendukung misi pemerintah menjadikan Indonesia poros maritim.

"Sehingga indikator yang paling mudah adalah penambahan pertahanan udara dan laut akan kita lihat komitmen Panglima baru," terangnya.

Lebih lanjut, Fraksi PAN juga mendorong agar Panglima TNI menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah agar anggaran pertahanan sebesar 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) bisa naik.

"Kami dorong ada koordinasi dan komunikasi yang efektif dari panglima baru dengan kemenkeu untuk pengupayaan janji tersebut," tukasnya.

(mdk/eko)