PAN Pecat Kader yang Mencabuli Anak Kandung Saat Istri Dirawat karena Covid-19

PAN Pecat Kader yang Mencabuli Anak Kandung Saat Istri Dirawat karena Covid-19
Ilustrasi pemerkosaan. ©2015 Merdeka.com/www.weeklyvoice.com
PERISTIWA | 22 Januari 2021 16:35 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Partai Amanat Nasional (PAN) memecat Wakil Ketua DPW PAN NTB Ali Ahmad alias AA lantaran diduga memerkosa putri kandungnya. Penanganan kasus dugaan pemerkosaan itu ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram.

"Partai Amanat Nasional mengutuk keras tindakan bejat dan amoral dari Ali Ahmad. Kami tegaskan bahwa Ali Ahmad dipecat secara tidak hormat dari partai," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno dalam keterangannya Jumat (22/1).

Eddy mengutuk keras perbuatan pelaku. Dia juga meminta aparat hukum menghukum berat Ali Ahmad yang mencabuli putrinya sendiri ketika istrinya sedang menderita Covid-19.

"Kami mengetuk nurani aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku," ujar dia.

Eddy menjelaskan, bahwa PAN tidak akan mentoleransi perilaku kadernya yang berbuat amoral. Serta melanggar hukum dan norma norma kesusilaan.

"PAN akan bersikap tegas kepada siapapun yang melanggar hukum dan berbuat asusila. Tidak ada tempat di PAN untuk perilaku bejat dan amoral seperti yang dilakukan Ali Ahmad," tegas Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini.

Sementara itu, Ketua DPW PAN NTB H Muazzim Akbar, mengatakan pemecatan AA sebagai kader PAN karena dinilai AA telah merusak citra dan nama partai.

"Langsung kita pecat dari kader," kata Muazzim Akbar saat dihubungi melalui telepon dari Mataram, Kamis (21/1).

Ia mengakui, tersangka AA yang merupakan mantan anggota DPRD NTB lima periode sudah bukan lagi pengurus DPW PAN NTB maupun kader partai, lantaran yang bersangkutan pada saat Musyawarah Nasional (Munas) atau Kongres V yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara memilih berseberangan dengan keputusan DPW PAN NTB yang mendukung kembali pencalonan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum DPP PAN.

"Padahal, keputusan DPW PAN NTB memutuskan tetap mendukung dan mencalonkan kembali Zulkifli Hasan sebagai ketua umum. Namun, yang bersangkutan mendukung Mulfachri Harahap dan itu bertentangan dengan sikap partai," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya dia, setelah Munas Kendari, AA juga diketahui menjadi pelopor partai baru bentukan Amien Rais, yakni Partai Ummat, sehingga dianggap telah menyatakan keluar sebagai kader PAN.

"Jadi informasi yang kami terima, AA ini dipersiapkan menjadi Ketua DPW Partai Ummat NTB. Oleh karena itu, kalau dikaitkan dengan PAN, AA sudah tidak lagi ada hubungan dengan PAN," katanya.

Baca Selanjutnya: Perkosa Anak Saat Istri Dirawat...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami