'Pancasila Sudah Terbukti Menyatukan Bangsa yang Beragam'

PERISTIWA | 12 September 2019 19:38 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Paham radikalisme saat ini telah masuk ke berbagai ruang-ruang intelektual baik melalui kampus maupun aktivitas akademis lainnya. Untuk itu kaum intelektual milenial harus bisa membentengi diri dengan memperkuat jati dirinya sebagai anak bangsa.

"Kita harus berkaca pada sejarah negara kita yang plural ini yang didirikan para pendahulu dengan keadaan beragam. Bahkan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia sudah terbukti bisa menyatukan bangsa yang beragam baik suku, wilayah, etnis dan agama," kata Instruktur Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Nasional, Adnan Anwar dalam keterangannya, Kamis (12/9).

Bahkan Pancasila, menurutnya, juga sudah menjadi kajian di seluruh dunia baik di Amerika, Eropa dan bahkan di negara-negara Arab yang menyatakan bahwa Pancasila bisa menjadi ideologi alternatif dunia. Karena salah satu kekuatan Indonesia itu ada di Pancasila ini.

"Para pemimpin negara, pemimpin ormas ataupun pemimpin perguruan tinggi harus rajin membangkitkan kebanggaan nasional kepada jajaran di bawahnya. Itulah salah satu cara untuk menghindari intoleransi dan takfiri," ujarnya.

Lebih lanjut Adnan menjelaskan, agar intelektual milenial tidak mudah terinfiltrasi paham radikalisme mereka harus mengikuti berbagai kegiatan positif yang sifatnya membangun karakter.

"Kalau mereka tidak punya banyak aktivitas atau menyendiri, bukan tidak mungkin mereka akan mudah terpengaruh propaganda dari orang yang mengajarkan ide-ide tentang intoleransi," tutur mantan Wakil Sekjen Pengurus Besar NU itu.

Menurut Adnan, jika para intelektual milenial ini sampai terinfiltrasi paham radikalisme akan berbahaya bagi negara ini. "Kalau bibit-bibit virus seperti ini dibiarkan, tentunya akan sangat membahayakan masa depan negara kita. Pemerintah tidak usah ragu-ragu untuk memberantas hal-hal yang bertentangan dengan ideologi bangsa," harapnya.

Untuk itu Adnan menyarankan agar perguruan tinggi melindungi mahasiswanya dari infiltrasi paham radikal dan takfiri. Hal ini bisa dilakukan dengan kerjasama dengan lembaga terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) atau Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk penguatan ideologi kebangsaan.

Baca juga:
Kepala BNPT: Nasionalisme dan NKRI Harus Kita Pertahankan
Wantimpres: Bangsa Kita Menjunjung Tinggi Toleransi Antar-Semua Golongan
Alwi Shihab: Pancasila Sudah Berikan Semangat Persatuan di Semua Kelompok
Komarudin Hidayat: Jangan Ada Lagi Label NKRI Bersyariah
BPIP Harap Kampus Jadi Benteng Pancasila
BPIP akan Beri Penghargaan ke 74 Ikon Pancasila 2019

(mdk/did)

TOPIK TERKAIT