Pancasila Tidak Cukup Bila Kesenjangan Masih Merajalela

PERISTIWA | 7 Oktober 2019 01:01 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Guru Besar UIN Jakarta, Azyumadi Azra menilai Pancasila belum cukup sakti bila kesenjangan sosial masih ada. Menurutnya, nilai-nilai yang tertuang dalam Pancasila mesti di amalkan dalam kehidupan sehari-hari dan perlu direvitalisasi terus-menerus.

Hal itu disampaikan dalam dialog kebangsaan lintas generasi bertajuk 'Masih Sakti kah Pancasila?' di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (6/9).

"Pancasila harus diperkuat, direvitalisasi terus menerus, gak cukup dengan mengatakan Pancasila sakti, sementara keadilan, kesenjangan merajalela di mana-mana, gak bisa itu," kata dia.

Cendekiawan muslim itu mengajak bangsa supaya mendekatkan cita-cita Pancasila dengan realitas kehidupan sehari-hari. Pasalnya, masih ada kesenjangan sosial, budaya dan ekonomi yang bisa membuat masyarakat gaduh.

"Kita lihat di Papua atau yang dekat dekat sini, di Banten misalnya masyarakat-masyarakat yang tertinggal dalam sosial budaya ekonomi, maka rentan terjadinya kejengkelan sosial yang bisa meledak sewaktu waktu," ujarnya.

Maka dari itu, Azyumadi berharap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lima tahun ke depan harus serius mendekatkan cita cita Pancasila dengan realitas kehidupan sehari hari. Termasuk, perilaku elite politik yang masih oligarki.

"Itu lah saya kira kesaktian Pancasila itu harus disertai usaha serius untuk lebih mendekatkan cita-cita Pancasila begitu juga perilaku elite politik, elite politik semakin oligarki makin semakin jauh dari cita cita sila keempat," pungkasnya.

(mdk/bal)

TOPIK TERKAIT