Pandemi Corona, Anggota Komisi VI Minta Pemerintah Bantu Pedagang Kecil

Pandemi Corona, Anggota Komisi VI Minta Pemerintah Bantu Pedagang Kecil
PERISTIWA | 3 April 2020 23:31 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, meminta pemerintah mengkaji dampak krisis Covid-19 pada perekonomian masyarakat. Menurut Deddy, pandemi corona memberi dampak ekonomi yang merata untuk semua lapisan masyarakat.

Hal itu disampaikan Deddy dalam rapat virtual antara Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN, Jumat (3/4/2020).

Dalam kesempatan itu, Deddy mendorong Kementerian BUMN agar meminta PT PLN (Persero) mempertimbangkan kemungkinan memperluas keringanan tarif listrik selama masa krisis Covid-19. Saat ini, PLN sudah memberi keringanan tarif listrik untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA.

"Agar PLN melakukan kajian kemungkinan memberi keringanan tarif bagi pelanggan 1.300 VA, mengingat mereka juga terdampak akibat krisis pandemi covid-19," kata Deddy, melalui pernyataan tertulis pada wartawan, Jumat (3/4).

Selanjutnya, anggota Fraksi PDI Perjuangan itu juga meminta BUMN mengidentifikasi dan memitigasi kondisi ekuitas, cashflow dan beban utang akibat kurs yang terdampak krisis Covid-19. Deddy khawatir pandemi corona membawa dampak lebih besar jika tidak dilakukan identifikasi dini.

"Kemungkinan juga pertumbuhan ekonomi meleset jauh di bawah ekspektasi, ini yang harus diidentifikasi agar bisa dilakukan langkah untuk mengurangi dampaknya," ujar Deddy.

Untuk memberi rasa aman dan kepastian pada usaha kecil, kata Deddy, Kementerian BUMN juga dia minta melakukan terobosan melalui bank milik negara untuk memberi bantuan modal harian. Bantuan modal harian itu dapat disalurkan pada pedagang kecil di pasar atau bantuan untuk nelayan.

"Meminta bank milik negara, terutama BRI, turun memberi bantuan modal harian pada pedagang kecil, bantuan solar untuk nelayan melaut atau di tempat pelelangan ikan," ungkap wakil rakyat dari dapil Kalimantan Utara tersebut.

Adapun pemerintah Indonesia menggelontorkan Rp405 triliun untuk penanganan pandemi corona. Anggaran itu akan digunakan untuk bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, insentif perpajakan dan stimulus KUR, hingga program pemulihan ekonomi.

Sumber pembiayaan untuk itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus

Dalam Perppu itu disebutkan pembiayaan akan menggunakan anggaran yang bersumber dari Sisa Anggaran Lebih (SAL), dana abadi dan akumulasi dana abadi pendidikan, dana yang dikuasai negara dengan kriteria tertentu, dana yang dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) dan dana dari pengurangan penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN. (mdk/eko)

Baca juga:
Jeritan Pedagang Kaki Lima di Tengah Pandemi Corona
Dampak Corona Tak Bisa Kerja, Satu Keluarga di Serang Tahan Lapar 4 Hari
Perusahaan Ini Beri Bantuan Tangani Virus Corona di Jakarta
Penjualan Video Game Cetak Rekor saat Jutaan Orang Kerja dari Rumah
Ada Sistem Kerja dari Rumah, Konsumsi Listrik Rumah Tangga Melonjak
Lapas Panyabungan Kembali Bebaskan 20 Narapidana, Ini Fakta Terbarunya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami