Pandemi Corona, Perusahaan Tekstil Terbesar di Jabar Rumahkan Ribuan Karyawan Kontrak

Pandemi Corona, Perusahaan Tekstil Terbesar di Jabar Rumahkan Ribuan Karyawan Kontrak
PERISTIWA | 28 Maret 2020 09:00 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Ribuan buruh pabrik PT. Kahatex yang berstatus kontrak akan dirumahkan. Kebijakan ini dianggap paling ideal dalam menyikapi surat edaran pemerintah mengenai pembatasan aktivitas di dunia usaha karena pandemi Ccirus corona (Covid-19).

Total ada 1.200 buruh yang akan terkena imbas kebijakan dirumahkan. Pihak perusahaan yang merealisasikannya secara bertahap.

Kepala Bagian Umum PT. Kahatex, Luddy Sutedja mengatakan ini meruapakan tindaklanjut dari surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk melakukan penutupan aktivitas di dunia usaha dalam masa pandemi virus corona.

"Kami PT. Kahatex masih keberatan (melakukan penutupan) nah karena keberatan itu kami intinya tetap menghargai dan menghormati kebijakan pak bupati itu makanya poin duanya yang kita ikuti untuk mengurangi, apabila perusahaan tidak dapat menutup usahanya, maka dianjurkan untuk mengurangi aktivitasnya," kata dia saat dihubungi wartawan, Jumat (27/3/2020).

Pihak perusahaan kemudian mengambil kebijakan yang dianggap tidak saling merugikan. Ia beralasan, jika pihaknya langsung stop produksi dengan meliburkan karyawan, maka berimplikasi pada stabilitas perusahaan karena pemenuhan gaji harus terus berlangsung.

"Makanya Kahatex melakukan perumahan sementara untuk karyawan yang masa kerjanya kontraknya habis di bulan ini," terangnya.

"Karena masa kerjanya habis di bulan Maret, otomatis kita off dulu tidak dilakukan perpanjangan, nah karena tidak dilakukan perpanjangan otomatis tidak ada hak yang harus kita berikan ke karyawan, poinnya itu," ia melanjutkan.

Meski demikian, kebijakan merumahkan karyawan kontrak dari salah satu perusahaan tekstil terbesar di Jabar itu dilakukan secara bertahap dan sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu. Setiap hari bisa berlaku untuk 200 sampai 300 orang hingga total sekira 1.200 orang atau bisa lebih bergantung kondisi.

Meski demikian, ia menjamin karyawan tersebut boleh bekerja kembali setelah 21 hari. "Kalau dihitungnya seperti itu kira-kira sekitar tanggal 13 atau 15 April lah mereka bisa bekerja kembali," imbuhnya.

Disinggung mengenai kinerja perusahaan, ia menjelaskan bahwa semenjak ada pandemi corona, perusahaan mengalami hambatan dalam pengiriman barang hasil produksi.

"Kita kirim barang gak bisa ke buyer kita karena di lock semua. Kita produksi banyak-banyak juga percuma, karyawan kita banyak di sini juga nanti justru stok makin banyak. Makanya kita secara bertahap mulai dari karyawan kontrak dulu kita rumahkan," kata dia.

"Semoga masalah ini cepat berlalu ya. Covid-19 cepat tertangani semuanya selesai, kita semuanya bisa bekerja dengan baik kembali," pungkasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Menengok Lockdown ala Kampung di Sleman
Pulang dari Malaysia, 61 WNI Berstatus ODP Tiba di Pelabuhan Dumai
Dokter Gugur, IDI Minta Jaminan APD Terpenuhi saat Tangani Pasien Covid-19
Pemudik Asal Jateng Disemprot Disinfektan dan Disuruh Senam untuk Cegah Corona
4 Warga Positif Covid-19, Pemkab Gowa Tetapkan Status Siaga
PKPI Ajak Gotong-Royong Menangani Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami