Pandemi Corona, Polri Sudah Bubarkan 1.371 Kerumunan Massa Se-Indonesia

Pandemi Corona, Polri Sudah Bubarkan 1.371 Kerumunan Massa Se-Indonesia
PERISTIWA | 26 Maret 2020 19:48 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polri telah membubarkan 1.371 kerumunan massa di sejumlah wilayah di Indonesia yang masih nekat berkumpul di tengah bahaya virus Covid-19 atau corona. Apalagi, sudah ratusan orang Indonesia dinyatakan positif terpapar corona.

"Kami sudah bubarkan kerumunan massa sebanyak 1.371 di seluruh Indonesia. Baik di tingkat Polda sampai Polres dan Polsek," kata Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/3).

Argo menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli terhadap masyarakat sesuai dengan Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis. Dalam melakukan patroli, Polri menggandeng TNI serta pemda setempat.

"Ini akan terus dilakukan, menindaklanjuti maklumat kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona," tegasnya.

Diketahui, maklumat Kapolri dengan nomor : Mak/2/III/2020 melarang adanya kerumunan massa serta kegiatan yang menjadikan berkumpulnya massa.

Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat tersebut. Anggota Polri wajib melakukan himbauan serta pendekatan secara persuasif dalam membubarkan kerumunan massa.

Namun, apabila masyarakat tak mengindahkan himbauan tersebut. Maka Polri akan bertindak tegas dengan memberikan sanksi pidana sesuai pasal yang sudah disiapkan.

Adapun pasal yang telah disiapkan yakni Pasal 212, Pasal 216, dan Pasal 218 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menambahkan, pihaknya bakal terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terkait bahayanya virus corona. Sosialisasi itu dilakukan saat pihaknya melakukan patroli dalam membubarkan kerumunan massa.

"(Sosialisasi) Terus kita lakukan, ā€ˇmakanya polisi himbauan patroli ditingkatkan sampaikan orang berkumpul baiknya pulang saja. Alhamdulillah beberapa hari ini berkurang," ujar Yusri.

Ia mengungkapkan, selama pihaknya melakukan patroli. Sampai saat ini masyarakat dapat menerima himbauan dari polisi yakni tidak berkumpul atau berkerumun.

1 dari 1 halaman

Ancam Pidanakan yang Bandel

Namun, apabila ada masyarakat yang mengabaikan imbauan tersebut, maka polisi akan memberikan tindakan secara tegas. Meski begitu, pihaknya tetap mengedepankan sikap humanis terlebih dahulu.

"Selama ini belum ada yang melawan. Kita harap berhenti. Kita jelaskan himbauan humanis persuasif. (Kalau enggak mau bubar) Kita lakukan tegas terukur, setelah kita humanis, persuasif enggak bisa diindahkan juga oleh orang-orang yang berkumpul tersebut. Ya kita lakukan tindakan tegas dan terukur," ungkapnya.

"Kita kan ada aturan hukum yang bisa mengatur, di Pasal 212, Pasal 216, Pasal 218. Tapi selama ini kita belum temukan, akan kita terapkan kalau memang masyarakat melawan, dikasih tahu melawan enggak mau, kita akan tindak tegas dan terukur dalam hal ini, kita bubarkan," sambungnya.

Dengan adanya maklumat kapolri tersebut, pihaknya bakal terus melakukan patroli hingga sampai ke pelosok-pelosok desa. Karena, maklumat tersebut telah dijalani mulai dari tingkat Polsek hingga Polda dan Polri.

"Semua maklumat, Polsek, Polres, Polda berjalan kami sosialisasi, bekerja sama dengan TNI. Kita enggak berhenti, pagi-siang-sore-malam memutus penyebaran. Jangan berkumpul, jaga jarak," tutupnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Kapolri: Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi
Korlantas Polri Rancang Skema Mudik 2020 Sambil Tunggu Keputusan Pemerintah
Kapolres Bikin Dua Anak Buah Gemetar, Ada Pesan Mendalam di Akhir Cerita
Corona, Kabaharkam Sebut Polri Sediakan Tower Khusus di RS Soekanto
Cegah Corona, Ini Kerumunan Massa yang Bakal Dibubarkan Polri
Polisi Jangan Salah Gunakan Pasal 212 KUHP untuk Social Distancing

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5