Pandemi Covid-19, Prambanan Jazz Festival Digelar Virtual dengan Durasi Terpanjang

Pandemi Covid-19, Prambanan Jazz Festival Digelar Virtual dengan Durasi Terpanjang
PERISTIWA | 2 November 2020 00:05 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kondisi Indonesia yang masih pandemi Covid-19 membuat gelaran Prambanan Jazz Festival 2020 tidak bisa disaksikan secara langsung. Pecinta musik jazz bisa menyaksikan live streaming yang disiarkan secara langsung dari venue Candi Prambanan. Bahkan dengan durasi terpanjang di Indonesia. Yakni dari pukul 16.00 sampai 22.00 WIB.

Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (31/10) mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai dan Minggu (1/11) pada jam yang sama.

Tayangan ini mengadopsi pertunjukan langsung ke dalam bentuk virtual. Prambanan Jazz Virtual Festival juga mengisi jeda waktu dengan mendekatkan penonton kepada artis pengisi acara melalui suasana belakang panggung PJF yang selama ini tidak pernah dibayangkan.

Kedatangan artis pengisi acara juga disorot, sehingga penonton bisa ikut membayangkan proses dari awal sampai akhir sebuah pertunjukan. Sekalipun penonton tidak bisa hadir langsung ke venue, namun sensasi menonton konser secara langsung tetap bisa dirasakan.

Rajawali Indonesia, sebagai promotor Prambanan Jazz Virtual Festival 2020, memasang wall fans. Melalui layar tersebut, mereka bisa langsung berinteraksi dengan artis seperti menonton konser musik secara langsung.

"Demikian pula sebaliknya, para artis pengisi acara juga bisa melakukan interaksi dengan fans yang menyaksikan secara virtual dari rumah," ujar Founder sekaligus CEO Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, Minggu (1/11).

Sepanjang acara, penonton juga bisa menyaksikan pemutaran dokumenter Prambanan Jazz Festival. Termasuk menghadirkan wawancara dan cerita dari orang-orang di balik panggung perhelatan akbar yang telah berusia 6 tahun ini.

"Dokumenter ini menegaskan bahwa Prambanan Jazz Festival menjadi satu-satunya festival musik kelas dunia yang lahir di Yogyakarta. Lahir dari peleburan alunan melodi dan kemegahan Candi Prambanan, Prambanan Jazz Festival bukan sekadar festival, melainkan dedikasi, loyalitas, dan perjuangan banyak tangan," ucapnya.

Meski sempat mundur satu jam karena kendala teknis akibat cuaca, Joko In Berlin tetap menjadi pembuka perhelatan Prambanan Jazz Virtual Festival pada hari pertama, Sabtu (31/10). Band yang digawangi oleh Mellita Sie (vokalis), Kelana Halim (gitar), Fran Rabit (bass), Popo Fauza (keyboard) serta Aditya Subakti (drum), ini membawakan enam buah lagu, yakni 3 Am, Pesawat Kertas, Misanthropy, Senyap, Senja, dan Euphoria.

Grup band Fourtwnty menjadi pengisi kedua di hari pertama Prambanan Jazz Virtual Festival 2020. Ari Lesmana, sang vokalis, juga membawakan 7 lagu, berjudul Realita, Diam-Diam Kubawa Satu, Hitam Putih, Zona Nyaman, Nematomorpha, dan Fana Merah Jambu.

Dilanjutkan oleh penampilan Isyana Sarasvati yang menyanyikan 8 lagu Yakni Lexicon, Sikap Duniawi, Mad, Ragu Semesta, Pendekar Cahaya, Lagu Malam Hari, Untuk Hati yang Terluka, dan Unlock The Key.

"Saya senang bisa bermain lagi akhirnya, dan semoga ini menjadi penyemangat untuk bangkit dari keterpurukan," ucap Isyana Sarasvati di akhir penampilannya.

Pusakata menjadi penampil selanjutnya juga mengusung 8 lagu hits. Sementara itu Tompi, yang dalam Prambanan Jazz Festival kali ini menjadi visual director, juga mengisi panggung dan menghibur penonton dengan 7 lagu yang sebagian besar andalannya. Antara lain, Selalu Denganmu dan Menghujam Jantungku.

Seorang perempuan muda berbakat bernama Dere, juga ikut meramaikan Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 dengan single terbarunya berjudul Kota. Karya ini ditulis bersama dengan Tulus.

"Saya melihat talenta di dalam diri Dere yang mungkin dapat membawa karirnya berkembang jauh," kata Tulus.

Sementara penampilan Tulus menjadi penutup hari pertama Prambanan Jazz Virtual Festival 2020. Dia mengaku tidak sabar kembali ke Prambanan Jazz Festival seperti tahun lalu untuk bisa bertemu secara langsung.

"Malam ini saya tampil dengan format berbeda, tapi tetap dengan semangat yang sama," katanya. (mdk/noe)

Baca juga:
Cantik Bak Bidadari, Intip Gaya Nadin Amizah saat Ramaikan Prambanan Jazz 2020
Keseruan Festival Musik di Beijing Setelah Corona Mereda
3 Jaksa Kejati Jateng Teliti Kasus Konser Dangdut Tersangka Wakil DPRD Kota Tegal
Wakil Ketua DPRD Tegal Minta Maaf Gelar Hajatan Dangdut saat Pandemi Covid-19
45 Kata-Kata Bob Marley tentang Cinta dan Kehidupan, Begitu Bermakna
Kapolda Jateng Belum Pastikan Tersangka Baru Kasus Konser Dangdut di Tegal

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami