Pangdam I/BB Ungkap Keterlibatan 4 Anggota TNI dalam Pembunuhan Pemred di Simalungun

Pangdam I/BB Ungkap Keterlibatan 4 Anggota TNI dalam Pembunuhan Pemred di Simalungun
Pangdam Bukit Barisan ungkap kasus pembunuhan pemred di Simalungun. ©2021 Merdeka.com/uga andriansyah
NEWS | 27 Juli 2021 23:41 Reporter : Uga Andriansyah

Merdeka.com - Empat prajurit TNI berinisial AS, DE, PMP, dan LS, dinyatakan terlibat dalam penganiayaan berencana menggunakan senjata api yang mengakibatkan tewasnya Marasalem Harahap alias Marsal, seorang pemimpin redaksi (pemred) media daring lokal Lasser News Today. Keterlibatan empat prajurit TNI itu diungkapkan oleh Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hassanudin.

"Konferensi pers ini untuk menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil Kodam I/BB melalui Pomdam I/BB terkait penganiayaan berencana yang diduga dilakukan oleh Praka AS terhadap korban Marsal yang berprofesi sebagai wartawan," kata Hassanudin, Selasa (27/7).

Peristiwa penembakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain yang diduga dilakukan oleh anggota TNI di Jalan Tutwuri Huta VII, Nagori Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

"Setelah mendapat info kejadian tersebut Pomdam I/ BB bergerak cepat dengan melakukan langkah-langkah serta mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan saksi-saksi sejumlah 15 orang," jelas Hassanudin.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, keterangan para saksi, dan bukti rekaman CCTV. Pelaku diduga anggota TNI AD atas nama Praka AS. Kemudian, dari hasil pengembangan dan penyidikan mengarah kepada penetapan tersangka terhadap tiga prajurit lainnya dengan inisial DE, PMP dan LS. Adapun keterlibatan mereka sebagai penyedia dan penjual senjata api ilegal. Terhadap ketiga tersangka baru tersebut telah dilakukan penangkapan, penggeledahan, pemeriksaan dan penahanan oleh penyidik.

"Saya pastikan tidak ada intervensi dalam penanganan kasus ini. Kami proses hukum sesuai ketentuan undang-undang serta prosedur yang berlaku. Kodam I/BB telah membuktikan komitmen untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang. Saya akan menindak tegas setiap prajurit yang terlibat dalam kasus ini," ucap Hassanudin.

Dalam asesmen penyesuaian alat bukti, penyidik melihat tersangka awalnya hanya memberi pelajaran kepada Marsal bukan membunuh kendati kenyataannya menyebabkan korban tewas.

"Penyidik telah mempelajari hasil uji balistik dan perkenaan di paha kiri korban. Actus Reus (perbuatan pidana) diarahkan ke titik yang tidak mematikan. Namun, ternyata mengenai arteri sehingga korban kehabisan darah," pungkas Hassanudin. (mdk/bal)

Baca juga:
Wartawan Media Online di Medan Disiram Air Keras, Dapat Kecaman PWI Sumut
Jurnalis Foto Reuters Tewas Tertembak di Pertempuran Afghanistan vs Taliban
Polisi Tangkap Penembak Wartawan di Simalungun
Polisi Tangkap Empat Orang Bayaran Diduga Coba Bunuh Wartawan di Binjai
Sempat Ditolak, Wartawan Korban Intimidasi Kadispora Tangsel Melapor Polisi
Kasus Penembakan Wartawan di Sumut, Polisi Periksa 34 Saksi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami