Pangdam Kasuari Serukan Kedamaian di Papua: Konflik Hanya Berujung Duka

Pangdam Kasuari Serukan Kedamaian di Papua: Konflik Hanya Berujung Duka
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. ©2021 Merdeka.com/antara
NEWS | 21 September 2021 19:47 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengatakan, Tanah Papua adalah warisan dari leluhur yang harus dijaga. Menurut dia, generasi sekarang tinggal melanjutkan dengan kedamaian.

"Tugas saya di sini adalah menjaga stabilitas keamanan agar hidup dengan saling mengasihi, mencintai. Sebab kita manusia adalah ciptaan Tuhan. Dan yang boleh mengambil nyawa hanyalah Tuhan,” kata Pangdam di Manokwari, Selasa (21/9).

Pangdam juga selaku anak adat Man Waren Saireri yang dikukuhkan saat Ia menjadi Danrem di Biak. Momen tersebut menjadikan dirinya semakin percaya diri, totalitas untuk bekerja di tanah Papua ini dan memiliki banyak saudara di Papua.

"Saya sebagai Man Waren Saireri sangat mendukung apa yang LMA akan terus kerjakan, karena langsung bersentuhan dengan adat. Adat budaya adalah peradaban tradisi dari para leluhur dan nenek moyang kita, namun tidak boleh statis harus dinamis mengikuti perkembangan zaman," ucapnya.

Dia menghimbau kepada para tokoh-tokoh agar mengajak anak-anak, para pemuda untuk tidak berkonflik karena ending-nya hanyalah penderitaan, kesengsaraan dan kedukaan dan membangun Tanah Papua ini harus dengan penuh kedamaian.

Lebih lanjut disampaikan, sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat pastinya menginginkan Papua Barat yang merupakan bagian dari Indonesia yang dicintai ini akan terus tegak berdiri dan berdaulat.

Dia menegaskan, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila terbukti menjadi pemersatu bangsa Indonesia hingga saat ini, hal tersebut harus terus digali, tanamkan, pupuk dan pelihara untuk selanjutnya diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Kita harus percaya diri agar mandiri dalam menjaga, mengelola dan melestarikan kekayaan alam yang luar biasa ini, melalui kerja keras bersama yang diiringi inovasi dan kreativitas, sebagai wujud rasa cinta kepada Tanah Air dan bangsa. Sebagai syaratnya, persatuan dan kesatuan bangsa harus dijaga," tuturnya.

Dia meyakini bahwa nilai-nilai luhur ini tidak akan lekang termakan oleh waktu. Pancasila akan selalu relevan sepanjang masa untuk menghadapi setiap perubahan situasi apa pun, guna mengawal tetap kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk di Papua Barat.

Pangdam juga sedikit menyinggung masalah Covid-19 di Papua Barat dengan mengapresiasi seluruh tokoh-tokoh di Papua Barat karena bekerja sama untuk memerangi wabah sehingga kasus Covid-19 di Papua Barat menurun.

"Jika kita bersatu dalam satu visi dan tujuan, maka semua tantangan itu dapat kita atasi. Karena itu, sinergi di antara kita, antar-lembaga pemerintah dan seluruh komponen masyarakat menjadi kunci kekuatan kita dalam menghadapi tantangan tersebut," ujarnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
TPNPB Bantah Aniaya Suster Gabriela, Penyerangan di Kiwirok Dipicu Komandan Tewas
Tak Sandera Nakes, Jubir TPNPB Klaim Mantri Tersasar Lalu Dibawa ke Markas
Nakes Korban KKB di Kiwirok Mengadu ke Komnas HAM Perwakilan Papua
Pemerintah Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Kekerasan di Papua
Baku Tembak dengan KKB Pimpinan Lamek Taplo di Kiwirok, 1 Prajurit TNI Tewas

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami