Panglima TNI akan Pamerkan Drone Tempur ke Jokowi

PERISTIWA | 11 September 2019 21:04 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Ribuan personel dari tiga Matra, Angkatan Laut (AL), Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Udara (AU) melakukan latihan gabungan. Latihan ini guna meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit dalam serangan musuh dengan mengangkat sandi 'Dharma Yudha 2019'.

Dalam skenario latihan perang ini, TNI akan memperkenalkan untuk pertama kalinya drone tempur.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, drone yang dimaksud adalah drone CH-4B yang berjenis Medium Altitude Long Endurance (MALE). Di mana memiliki kemampuan terbang selama 12 jam dan dikendalikan dari jarak 600 kilometer.

"Jangkauan radius of actionnya bisa sampai 1000 km apabila kita menggunakan satelit BLOS (Beyond Line Of Sight). Tapi kalau hanya menggunakan CLOS itu bisa dari Surabaya sampai ke tempat latihan ini di Situbondo," katanya di Pos Tinjau T12 Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (11/9).

Dia menjelaskan, drone itu memiliki kemampuan menyerang dan melakukan pengintaian sekaligus memberikan serangan roket.

"Fungsinya adalah untuk surveillance dan juga melaksanakan attack, attack bisa menggunakan bomb seperti yang kita laksanakan kemarin, kita menembak ngebom dari ketinggian 15000 feet dan kita rilis hasilnya sangat presisi," ujarnya.

Unjuk kemampuan drone CH-4B rencananya akan di saksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Kamis (12/9) besok.

"Ya besok akan diperlihatkan pada waktu bapak presiden hadir di tempat ini, kita saksikan rangkaian kegiatan yang dimanfaatkan dalam kegiatan Dharma Yudha 2019," jelasnya.

Lebih lanjut terkait pembelian drone tersebut dilakukan untuk menghadapi jenis perang yang ada saat ini, yakni perang siber dan perang drone. Untuk pengadaan pembelian drone ini, disebutkan anggaran yang disiapkan mencapai USD 110 juta.

Dengan adanya drone tempur ini, melengkapi kekuatan skuadron yang telah dimiliki TNI AU sebelumnya. Di mana dengan kehadiran drone CH-4B maka TNI AU memiliki 2 skuadron pesawat militer tanpa awak.

"Itu adalah pengadaan pada resra kedua dan rencananya kita memiliki enam pesawat, enam pesawat itu untuk memenuhi dua sistem. Kalau satbag itu dua satbag dengan enam pesawat," pungkasnya.

Baca juga:
Wapres JK Sebut 'Perang' TNI/Polri di Masa Depan Adalah Teknologi Persenjataan
Deretan Panser TNI Buatan Tahun 60an Masih Dipakai Sampai Kini
Mengintip Deretan Senjata Canggih Koopssus TNI yang Baru Dibentuk
Wiranto Wacanakan Negosiasi Ulang Proyek Pesawat Tempur KFX/IFX
Sukhoi SU-35 Terancam Tak Bisa Perkuat TNI AU Tepat Waktu, Ini Penyebabnya
Deretan Helikopter Serbu Canggih yang Dimiliki Penerbad TNI AD

(mdk/fik)