Panglima TNI: Perwira yang terlibat di Cebongan bisa diproses

Panglima TNI: Perwira yang terlibat di Cebongan bisa diproses
Panglima TNI Agus Suhartono. ©2012 Merdeka.com
PERISTIWA | 8 April 2013 13:40 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Penyerangan yang dilakukan 11 anggota Kopassus ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, DIY masih mengundang banyak pertanyaan. Di antaranya keberadaan para perwira untuk mencegah aksi balas dendam yang dilakukan anak buahnya.

Terkait itu, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan, jika ada perwira yang terindikasi terlibat dalam aksi balas dendam itu, maka dia mempersilakan untuk segera diproses secara hukum.

"Kita ikuti proses hukum, manakala menyangkut para pimpinannya, pasti akan diteruskan. Tapi kalau tidak, ya tidak. Evaluasinya sudah dilakukan," ujar Agus di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/4).

Tidak hanya itu, lanjut Agus, para pelaku penyerangan juga akan menerima sanksi sesuai dengan putusan yang dijatuhkan peradilan militer. Agus juga meminta agar masyarakat ikut mengawasi berlangsungnya proses persidangan terhadap 11 anggota Kopassus tersebut.

"Pesan khusus saya adalah mari kita berikan kepercayaan pada pengadilan militer untuk melaksanakan penegakan hukum. Kemudian mari kita awasi secara transparan, dan tentu anggota yang bersalah akan dikenakan sanksi, yang tidak bersalah tidak dikenakan sanksi," tandasnya.

Agus menambahkan, proses persidangan tersebut terbuka bagi masyarakat. Hanya saja selama ini media tidak pernah meliputnya.

"Pengadilan militer itu semua terbuka, hanya kelihatannya kurang menarik bagi wartawan. Saya heran juga kenapa? Di Papua terbuka, enggak ada juga wartawan yang beritakan. Di OKU, juga terbuka. Prinsipnya semua pengadilan militer terbuka untuk siapa saja, boleh diliput," pungkasnya. (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami