Panglima TNI Sebut Danramil di Surabaya Diperiksa Terkait Dugaan Rasial

PERISTIWA | 29 Agustus 2019 12:44 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan dua prajuritnya ditahan dan diperiksa terkait ujaran kebencian atau rasial di Surabaya, Jawa Timur.

"Dari TNI ada dua orang, saat ini masih diperiksa. yang pertama itu Danramil yang tidak mengindahkan perintah dan kedua Babinsa, jadi ada dua orang ini lagi pendalaman," katanya, Selalu kemarin. Dikutip dari Antara.

Dalam peristiwa tersebut, selain prajurit TNI ada juga perorangan dari ormas setempat yang diduga mengumbar kalimat rasis.

"Dan dalam satu tempat ada juga ormas tapi perorangan yah, ada banyak sekali warga di situ, ini kita dalami. Siapa yang teriak rasis, ini terus kita kejar," lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis menyatakan, polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus insiden di asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

"Dilaporkan bahwa telah ditetapkan satu tersangka berinisial TS (Tri Susanti). Dia adalah Wakil Ketua Ormas FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-POLRI)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Rabu (28/8).

Baca juga:
Rusuh di Papua, Serda Rikson Tewas Saat Jaga Mobil Berisi Senjata dan Amunisi
Polda Jatim Cekal 6 Saksi Terkait Insiden di Asrama Mahasiswa Papua
Kapolri: Satu Perusuh di Papua Tewas Kena Panah Kelompok Sendiri
Kapolri Perintahkan Kapolda Usut Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Depan Istana
2 Hari Sebelum Tewas, Serda Rikson Sempat Menghubungi Orang Tua

(mdk/cob)