Panglima TNI Sebut Pendidikan Harus Menyesuaikan Karakteristik Era Saat Ini

PERISTIWA | 21 September 2019 02:03 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerima gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa (HC) bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Penganugerahan dilakukan dalam sidang senat terbuka UNS di Auditorium GPH Haryo Mataram, Jumat (20/9).

"Satu hal penting dalam membangun bangsa, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama berbagai komponen bangsa untuk mencapai kemajuan dan keunggulan bangsa. Seperti TNI, lembaga pendidikan, pengusaha, lembaga pemerintah, LSM, serta masyarakat umum," ujar Hadi Tjahjanto dalam pidato pengukuhannya.

Dalam pidato berjudul 'Membangun Sumber Daya Manusia Unggul Dalam Menghadapi Era Perubahan Mewujudkan Indonesia Maju' itu, Hadi juga menyebut TNI memiliki kepentingan terhadap kualitas generasi muda masa depan.

"Mereka tidak harus menjadi tentara. Dengan kualitas dan nasionalisme yang tidak diragukan maka akan menjadi mudah bagi TNI untuk bekerja sama membangun ketahanan nasional melalui pertahanan militer dan nonmiliter," tandasnya.

Upaya TNI tersebut, menurutnya, juga merupakan wujud peran serta aktif TNI dalam mewujudkan tujuan nasional. Sementara itu di era revolusi industri 4.0 perkembangan teknologi membuat batas fisik, digital, dan biologis menjadi semakin kabur.

Oleh karena itu, lanjut Hadi, pendidikan saat ini membutuhkan pembenahan secara filosofis menyesuaikan karakteristik era saat ini. Di antaranya adanya keterbukaan, multiguna, super spesialis, terpadu serta mentalitas kesadaran tentang kultur perubahan.

Panglima TNI juga menyinggung kerja sama antara TNI dengan UNS, yakni pendirian SMA Pradita Dirgantara. Sekolah tersebut, dirancang sebagai sekolah unggulan yang mempunyai karakter kedirgantaraan, kecendikiawanan dan menjunjung tinggi keimanan serta kompetitif global.

Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho dalam sambutannya mengemukakan pemberian gelar tersebut semata-mata merupakan suatu penghargaan dan apresiasi kepada Panglima TNI. UNS menilai Panglima TNI mempunyai dedikasi, kontribusi yang luar biasa.

"Rekam jejaknya Panglima TNI berhasil mengemban tugas di bidang pembangunan sumber daya manusia bagi kemajuan Indonesia dimasa mendatang," jelasnya.

Selain itu, imbuh dia, Panglima TNI juga dikenal memiliki kemampuan beradaptasi di segala ruang jabatan dan tugas yang telah diemban. "Serta memiliki kemampuan mengevaluasi, kemampuan berinovasi, serta memiliki kemampuan melakukan prediksi," kata Rektor.

Rektor juga menyampaikan, bahwa di era disrupsi 4.0 tidak perlu ditakuti apalagi dihindari, namun harus dihadapi dengan pikiran cerdas dan penuh kearifan.

"Mari kita ubah tantangan menjadi peluang meraih kesuksesan, dengan mengimplementasikan kebijakan pilar ke 1 dan 3 Akselerasi UNS menjadi world class university," katanya.

Menurut rektor, satu program prioritas Panglima TNI adalah pengembangan sistem pengelolaan SDM TNI yang berbasis kompetensi. Dengan kehadirannya di UNS akan berdampak positif dalam rangka meningkatkan kapasitas sumberdaya IPTEK dan peningkatan karya-karya besar dosen dan mahasiswa UNS dibidang invensi dan inovasi.

Selain menghadiri penganugerahan gelar Doktor Kehormatan, Panglima TNI juga meresmikan Monumen Pesawat AS-202 Bravo LM-2017 di Danau UNS.

Baca juga:
UNS Anugerahkan Gelar Doktor Kehormatan untuk Panglima TNI
Panglima TNI Ziarah ke Makam Jenderal Soedirman
Jelang HUT TNI ke 74, Marsekal Hadi Tjahjanto Ziarah ke Makam Soeharto
TNI Sumbangkan Pesawat Latih Buatan Swiss ke UNS
Panglima TNI Sebut Penanganan Karhutla Efektif, Asap Mulai Kurang
Mengerahkan Segala Upaya Demi Padamkan Karhutla

(mdk/cob)