Panglima TNI Sebut Tegakkan Prokes Melalui Pendekatan Kultural dan Kearifan Lokal

Panglima TNI Sebut Tegakkan Prokes Melalui Pendekatan Kultural dan Kearifan Lokal
. Liputan6.com/ ©2021 Merdeka.com
NEWS | 6 Agustus 2021 21:46 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, untuk menekan kasus positif Covid-19 di Kaltara, TNI-Polri dan pemerintah serta masyarakat harus menegakkan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) melalui pendekatan kultural dan kearifan lokal.

Hal tersebut disampaikan saat memimpin rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait penanganan Covid-19 di wilayah Tarakan dan Berau, Kalimantan Utara, Jumat (6/8).

Usai memimpin rapat, Hadi bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, melanjutkan pengecekan aplikasi Silacak dan Inarisk yang berada di Gedung Crew Lanud Anang Busra Tarakan, Kalimantan Utara.

Selain itu, strategi lain dalam menekan angka positif Covid-19 yakni dengan 3M (Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Memakai Masker) dan 3T (Testing, Tracing dan Treatment).

"Di samping itu target vaksinasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Optimalkan 3T dan infokan kasus sesegera mungkin guna mencegah memburuknya kondisi untuk menekan angka kematian di Kaltara," kata Hadi, Jumat (6/8).

Menurutnya, Tracing kontak erat harus dilaksanakan dan persiapan Isoter harus dimaksimalkan. Hal itu tentunya harus dengan dukungan yang sesuai kebutuhan bagi pasien yang melaksanakan Isoter tersebut.

"Para Pejabat TNI-Polri di lapangan harus dengan semangat membantu Pemerintah Daerah," jelasnya.

Jenderal bintang empat ini juga memuji sinergitas TNI-Polri, khususnya para Babinsa yang telah bekerja dengan sangat baik dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

"Para Babinsa dan Bhabinkamtibmas ini sudah bagus dan selalu kompak dalam bekerja sama melakukan tracing. Terlebih lagi saat ini sudah ada aplikasi Silacak untuk mempermudah pelaporan kasus konfirmasi positif," ujarnya.

Mantan Kasau ini mengungkapkan, kesadaran masyarakat sangat penting dalam memutus penyebaran Covid-19, seperti melapor ke Puskesmas saat greges, mendukung upaya tracing dan disiplin dalam pelaksanaan Isoman.

"Saya minta lengkapi fasilitas Isoter dan Rumah Sakit dengan Nakes, Obat, Alkes, Oksigen juga pengerahan Bidan, relawan dan mahasiswa kedokteran dan untuk dukungan obat dan logistik bagi masyarakat yang melaksanakan Isoman dan Isoter," ungkapnya.

"Jadikan kebiasaan baru dalam kebutuhan sehari-hari seperti menggunakan masker dan jika badan dirasa kurang enak, jangan sungkan untuk melapor ke Puskesmas dan minta untuk di Swab lalu laksanakan Isoman," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Hadi mengecek lokasi Isoter dan berdialog secara virtual dengan pasien yang sedang dalam perawatan. "Kepada para Nakes dan petugas Tracer, untuk selalu menjaga kesehatan," ucapnya.

Usai melaksanakan dialog secara virtual, dua jenderal empat itu meninjau para Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas yang sedang menunjukkan kemampuannya dalam menggunakan aplikasi Silacak. (mdk/ded)

Baca juga:
ASI Mengandung Antibodi Tinggi, Pasien Positif Covid-19 Tetap Boleh Menyusui
Menko Luhut Datangi Pasar Klewer Solo Cek Prokes Para Pedagang
Awasi Prokes, Pemkot Tangerang Dirikan Posko di 10 Pasar Tradisional
PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 9 Agustus, Menkominfo Ajak Warga Tak Kendor Prokes
Terkendala Rasa "Pakewuh", Ini Kata Satpol PP Soal Penegakan Prokes di Jogja
Airlangga: 45 Kabupaten/Kota di 21 Provinsi Luar Jawa-Bali Lanjutkan PPKM Level 4

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami