Panik Corona, Warga Sukoharjo Ramai-Ramai Tutup Jalan Kampung

Panik Corona, Warga Sukoharjo Ramai-Ramai Tutup Jalan Kampung
PERISTIWA | 30 Maret 2020 11:54 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Gara-gara panik dan takut maraknya pemberitaan Covid-19, warga di Kabupaten Sukoharjo menutup akses jalan masuk ke kampung. Mereka memagari jalan atau gang masuk dengan pagar atau bambu. Aksi tutup akses ini dilakukan warga sejak pekan lalu.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Baki, sejumlah desa terlihat sepi. Warga lebih memilih mengisolasi diri di rumah agar tak tertular virus corona. Kondisi tersebut terjadi di Desa Kadilangu, Baki Pandeyan, Menuran, Gedangan dan lainnya. Kendati demikian mereka masih membuka akses utama jalan desa.

"Sebenarnya kami sudah memberi pengertian agar tidak dilakukan penutupan secara berlebihan. Karena masih banyak warga yang kerja di luar. Tetapi katanya warga sudah sepakat," ujar Ketua RT 04 RW 03, Desa Kadilangu, Heny Purwanto (48) saat ditemui merdeka.com, Senin (30/3).

Menurut Heny, kesepakatan tersebut lantas dimintakan persetujuan ke Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat. Sehingga diharapkan tidak menimbulkan permasalahan atau sengketa dengan warga lainnya.

"Warga memang panik dan takut setelah banyak berita tentang virus Corona yang mudah menular dan belum ada obatnya," bebernya.

Pamong Desa Kadilangu, Budi kristiawan menambahkan, penutupan akses ke hampir seluruh kampung tersebut sudah melalui persetujuan lurah, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Pihaknya hanya memberikan satu akses masuk ke desa dengan sistem buka tutup.

"Semua kampung di wilayah Desa Kadilangu untuk sementara ditutup. Ini untuk sterilisasi dan menjaga warga pendatang dari luar kota maupun dari kampung sebelah. Dengan upaya ini mudah-mudahan Desa Kadilangu dan Indonesia mudah-mudahan juga sehat selalu," katanya.

Kendati melakukan isolasi warga di desa tersebut juga melakukan pola hidup bersih dan sehat. Warga yang keluar rumah atau melintas di jalan kampung diwajibkan untuk menggunakan masker dan mencuci tangan. Bahkan sejumlah petugas juga menyemprotkan cairan disinfektan bagi warga yang pulang dari bepergian.

"Kalau saya setuju saja mas. Bagus, artinya warga mempunyai kesadaran yang tinggi untuk menjaga kesehatan. Terutama untuk mencegah penyebaran Virus Corona," ungkap Ryan, warga setempat. (mdk/eko)

Baca juga:
Sempat Jadi ODP, Dokter Tirta Mengaku Hasil Tes Negatif Corona
Pemerintah Tak Rekomendasikan Bilik Disinfektan karena Bahaya Bagi Kulit
Penjelasan Lengkap Rapid Test Virus Corona & Prosesnya, Bakal Digelar Massal di RI
Pandemi Virus Corona, Ini Perbedaan Karantina dan Lockdown yang Harus Diketahui
Tertibkan Lockdown, Pemerintah Afrika Lakukan Penangkapan hingga Pakai Gas Air Mata
Soal Larangan Mudik, Pemerintah Diminta Kesampingkan Dampak Ekonomi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami