Panitia Pemilih Usulkan Pemilihan Wagub DKI Lewat E-Voting

Panitia Pemilih Usulkan Pemilihan Wagub DKI Lewat E-Voting
PERISTIWA | 28 Maret 2020 13:06 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Ketua panitia pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur DKI Jakarta, Farazandi Fidiansyah mengaku sedang mempertimbangkan teknis alternatif saat pemilihan Wagub pada Senin (6/4). Hal ini sebagai bentuk antisipasi kondisi Jakarta selama penyebaran Covid-19.

Alternatif yang dimaksud Farazandi adalah e-voting dan e-conference. Namun dari alternatif itu masih terganjal dengan tata tertib DPRD Pemilihan Wagub.

"Sebetulnya jauh-jauh hari saya di Panlih itu sudah memikirkan hal tentang e-voting. Tapi kami terganjal di tatib sebetulnya," kata Farazandi, Sabtu (28/3).

E-voting dilakukan bagi para anggota dewan untuk memilih di antara dua calon Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis. E-voting, menurut Farazandi perlu dilakukan jika pemerintah memperpanjang masa aktivitas dilakukan di rumah, tanpa mengganggu jadwal pemilihan.

Sedangkan e-conference untuk dua kandidat saat menyampaikan visi dan misi kepada para anggota DPRD DKI. Teknis seperti ini juga dimanfaatkan untuk sesi tanya jawab.

"Saya mengusulkan visi misi dan tanya jawab via e-conference jika dipecah dari paripurna. Nah kita juga melakukan insiatif dan inovasi sama halnya juga e-voting kami pikirkan backup plan. Karena kita tidak tahu apa yang mungkin terjadi sampai ke tanggal 6 nanti jadi kami di Panlih harus menyiapkan alternatif plan," jelasnya.

DPRD juga menetapkan durasi pemilihan Wagub DKI maksimal 2 jam saja, untuk mengurangi intensitas kegiatan yang sifatnya berkerumun.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta memutuskan pemilihan Wakil Gubernur DKI dilaksanakan pada 6 April. Keputusan ini diambil setelah DPRD menggelar rapat Badan Musyawarah (Bamus) secara tertutup.

Wakil Ketua DPRD Mohamad Taufik mengatakan pemilihan waktu itu menyesuaikan surat edaran Gubernur Anies Baswedan mengenai masa tanggap darurat Jakarta.

"Rapat hari ini, Bamus menetapkan paripurna pemilihan Wagub 6 April setelah habis masa tanggap darurat. Kan edaran pak gubernur tanggap darurat habis 5 April," kata Taufik, Kamis (26/3).

Menurutnya, pelaksanaan pemilihan Wagub pada dua pekan mendatang tidak menyalahi norma jika merujuk ke surat edaran Gubernur, maklumat Kapolri, dan imbuan lainnya yang meminta tetap di rumah selama masa penyebaran virus corona.

Selain itu, kata Taufik, DPRD sudah memahami protokoler pencegahan penyebaran virus tersebut. Sehingga saat pelaksanaan nanti seluruh hadirin dipastikan steril. Bahkan, DPRD akan membatasi tamu undangan yang akan hadir pada acara tersebut.

"Yang jelas total di bawah 200 orang bisa jadi hanya 120," tukasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Jika Terpilih, Riza Patria Siap Jalankan Kebijakan Pusat & Provinsi Tangani Corona
Sandiaga Usul Pemilihan Wagub DKI Dilakukan Secara Online
Durasi Pemilihan Wagub DKI Hanya Dua Jam
Tanggap Darurat Corona, DPRD DKI Akhirnya Tunda Pemilihan Wagub Pada 6 April
Fraksi PDIP Minta Paripurna Pemilihan Wagub DKI Ditunda Usai Pandemi Corona Selesai
Ngotot Pilih Wagub DKI, PAN Rela Terinfeksi Corona Demi Warga Jakarta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami