Pansel Pastikan 10 Capim KPK Tidak Terpapar Radikalisme

PERISTIWA | 9 September 2019 16:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR, Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu meminta Pansel calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menunjukkan dokumen berisi data 10 capim KPK tidak terpapar ideologi di luar Pancasila.

"Kami ingin melakukan pendalaman soal itu. Apalagi Pansel kan sudah melakukan audiensi dengan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme)," kata Masinton di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/9).

Selain itu, dia juga meminta agar Pansel dapat menunjukkan bahwa 10 nama tidak melakukan pelanggaran berat di institusi sebelumnya. "Karena kami tak ingin melakukan uji kelayakan berdasarkan informasi yang katanya saja," ucapnya.

Ketua Panitia Seleksi calon pimpinan (capim) Yenti Ganarsih memastikan 10 nama capim yang akan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan tidak terpapar radikalisme.

"Kami pastikan 10 nama capim KPK yang sudah diseleksi tak terpapar radikalisme, itu pasti. Kami juga sudah ke BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme)," papar dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menyetujui 10 nama itu. Seluruh capim KPK itu telah menjalani serangkaian seleksi yang digelar Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK).

Berikut nama-nama capim KPK yang lolos tersebut:

1. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata

2. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli Bahuri

3. Auditor BPK, I Nyoman Wara

4. Jaksa, Johanis Tanak

5. Advokat, Lili Pintauli Siregar

6. Dosen, Luthfi Jayadi Kurniawan

7. Hakim, Nawawi Pamolango

8. Dosen, Nurul Ghufron

9. PNS Sekretaris Kabinet, Robi Arya

10. PNS Kementerian Keuangan, Sigit Danang Joyo.

Reporter: Ika Defianti

Baca juga:

DPR Sodorkan 14 Topik Makalah untuk Capim KPK Sebelum Fit and Proper Test

Pansel Sebut Tidak Ada Kewajiban Capim KPK Laporkan LHKPN saat Mendaftar

Pansel KPK Rapat Dengar Pendapat Umum Dengan DPR

Pansel Tegaskan Tak Ada Capim KPK Langgar Etik: Jangan Menzalimi

Pansel Bersedia Buka-bukaan Rekam Jejak Capim KPK tapi Dalam Rapat Tertutup

Desmond Cerita Pernah Dilobi Saut Situmorang Saat Seleksi Capim KPK

(mdk/ray)