Pantau Varian Baru Covid-19 BA.4 dan BA.5 di Afsel, Pemerintah Koordinasi dengan WHO

Pantau Varian Baru Covid-19 BA.4 dan BA.5 di Afsel, Pemerintah Koordinasi dengan WHO
Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin. ©2020 Humas BNPB
NEWS | 10 Mei 2022 10:30 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Pemerintah tengah memantau subvarian baru Covid-19, BA.4 dan BA.5. Varian ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

"Kami mengamati ada satu negara, Afrika Selatan yang ada kenaikan sedikit (kasus Covid-19) dan itu disebabkan adanya varian baru BA.4 dan BA.5," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Senin (9/5).

Menurut Budi, pemerintah terus berkoordinasi dengan Badan Kesehatan Dunia atau WHO dalam memantau perkembangan subvarian BA.4 dan BA.5. Hingga saat ini, belum banyak ditemukan data terkait dua varian itu.

"Karena kenaikannya masih sedikit dan jumlahnya belum banyak, kita terus melakukan monitoring bersama WHO mengenai varian-varian baru ini," kata dia.

Budi menambahkan, pemantauan terhadap munculnya varian baru Covid-19 sangat penting. Sebab, varian baru kerap memicu lonjakan kasus Covid-19 atau gelombang berikutnya.

2 dari 2 halaman

Karakteristik Subvarian BA.4 dan BA.5

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman membeberkan karakteristik subvarian BA.4 dan BA.5. Dia menyebut, kedua varian ini membawa mutasi pada spike protein yang cukup mematikan.

Mutasi ini disebut juga L452R yang sebelumnya ditemukan pada Variant of Concern (VoC) seperti Delta, Epsilon, dan Lambda.

"Keduanya membawa mutasi di spike protein dari virus yang cukup mematikan dalam artian fatal," katanya kepada merdeka.com, Sabtu (7/5).

BA.4 dan BA.5 juga memiliki angka reproduksi lebih tinggi. Hal ini menunjukkan, BA.4 dan BA.5 lebih mudah menginfeksi dan berkembang. Selain itu, BA.4 dan BA.5 memiliki kemampuan menghindari imunitas. Baik imunitas yang terbentuk melalui vaksinasi maupun terinfeksi secara alamiah.

"Salah besar kalau mengatakan BA.4 dan BA.5 bisa kita abai meskipun kita sudah memiliki modal imunitas yang baik," ucapnya.

Kabar buruknya lagi, kata Dicky, BA.4 dan BA.5 dengan mutasi spike L452R bisa menginfeksi jaringan tissue (jaringan ikat) pada tubuh manusia. Dia memprediksi, keberadaan subvarian BA.4 dan BA.5 bisa memicu gelombang pandemi Covid-19 berikutnya.

Dicky menyebut, subvarian BA.4 dan BA.5 kini meluas. Bukan hanya di Afrika Selatan, tapi juga Amerika Serikat dan cenderung meluas di Asia.

Baca juga:
Cerita Pemerintah Sempat Panik Varian Omicron Ganggu Pemulihan Ekonomi Nasional
Muncul Subvarian Covid-19 BA.4 dan BA.5, Kenali Karakteristiknya
China Temukan Subvarian Baru dari Omicron
Penelitian: Lebih dari Setengah Orang Amerika Pernah Tertular Covid
Tiga Subvarian Baru Omicron Terdeteksi di Australia
Muncul Lagi Varian Baru Covid-19, Penyintas Omicron Bisa Kembali Tertular
Riset: Omicron Bukan Lebih Ringan, Tapi Sama Parahnya dengan Varian Covid Sebelumnya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami