Para Srikandi di Pesawat Tempur TNI

PERISTIWA | 5 Oktober 2019 07:00 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Dunia penerbangan Indonesia selama ini didominasi para pria. Namun, seiring waktu, sepak terjang kaum hawa di dunia penerbangan khususnya di dunia militer semakin berjaya. Hal ini dibuktikan dengan banyak perempuan yang mampu menerbangkan pesawat milik TNI.

Para perempuan itu menorehkan catatan gemilang dalam rekam sejarah, di antaranya mampu menerbangkan pesawat jenis Hercules. Khusus di HUT TNI ke-74, merdeka.com merangkum srikandi TNI yang mampu menerbangkan pesawat militer. Berikut ulasannya:

1 dari 6 halaman

Letda Pnb Anisa Amalia Octavia

Letda Pnb Anisa Amalia Octavia (25) adalah pilot perempuan pertama di Indonesia untuk pesawat jenis Hercules. Lulus Akademi Angkatan Udara (AAU) dan Sekolah Terbang (Sekbang), Anisa ditempatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang.

Anisa tidak pernah menyangka akan menjadi seorang penerbang, apalagi mempiloti pesawat angkut berat Hercules. Karena sejak awal mengalami phobia ketinggian, bahkan sepanjang hidup hingga lulus AAU tahun 2017 tidak pernah naik pesawat terbang.

"Ibu saya itu takut ketinggian juga, dari kecil itu doktrinnya jangan naik pesawat kalau bepergian, jalan darat saja, takut jatuh. Ibu saya selalu gitu," kisahnya.

Anisa kali pertama menerbangkan pesawat latih jenis TP-120, kemudian setelah penjurusan di fix wing berlatih dengan pesawat KT1B. Masing-masing ditempuh dengan 100 jam penerbangan. Belum genap sebulan Anisa di Skuadron Udara 32 dan baru menjalani 6 shorty penerbangan setara 8 jam terbang dengan Hercules C-130.

Saat pertama kali menerbangkan Hercules yang dirasakannya cukup berat dan butuh tenaga. Karena di pesawat sebelumnya yang diketahui masih menggunakan pesawat latih dengan alat kemudi bentuk joystick. Sekuat tenaga dikeluarkan, tetapi tuas power tidak bergerak, padahal friction yang berfungsi meringankan sudah di posisi.

"Instrukturnya bilang, 'Ah kamu gini aja enggak kuat! Saya harus satu tangan memegang kontrol colum buat geraknya pesawat. Satu tangan buat power. Kalau take off gitu enggak boleh pakai dua tangan. Satu angkat pesawat, satunya memajukan atau mendorong pesawat. Dua-duanya harus kuat," ungkapnya.

2 dari 6 halaman

Letda Pnb Mega Coftiana

Selanjutnya ada, Letda Pnb Mega Coftiana. Dia lulus Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2017 dan Sekolah Penerbang (Sekbang). Mega bertugas di Skuadron Udara 4 (C-212) Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang.

Mega adalah pilot pesawat angkut ringan jenis Cassa. Pesawat Cassa yang dikendalikan Mega menggunakan dua engine. Semakin banyak engine tentunya semakin berat. Kontrolnya pun menggunakan stik yang control colum.

"Sama sekali tidak ada bayangan menjadi penerbang. Sepengetahuan saya pilot juga kebanyakan cowok. Belum ada lagi penerbang perempuan setelah sekian lama, tidak kepikiran," kata Mega.

3 dari 6 halaman

Kapten Fariana Dewi Djakaria Putri

Kapten Penerbang Fariana Dewi Djakaria Putri adalah perempuan yang berhasil menerbangkan helikopter di TNI AU. Karier gemilangnya dimulai pada tahun 2003, saat ia dilantik menjadi Wanita Angkatan Udara (Wara TNI AU).

Setelah dua tahun menjadi Wara, tahun 2005, karier Fariana mulai menanjak naik. Pada tahun itu, TNI AU membuka kesempatan pelatihan penerbang bagi Wara. Dari 14 personel yang diikutsertakan, hanya Fariana dan rekannya, Ambar, yang lolos seleksi pendidikan penerbang untuk Wara pada tahun 2005.

Setelah mengikuti pendidikan selama dua tahun, pada 2007, Fariana dilantik menjadi Letnan 2 Penerbang dan dijuruskan menjadi seorang pilot helikopter berdasarkan hasil penilaian dan pelatihan.

Kala itu adalah momentum untuk kali pertamanya seorang perempuan anggota TNI AU ditugaskan menerbangkan helikopter. Setelah dilantik menjadi penerbang, Fariana ditugaskan di Skuadron Udara 7 Heli, Lanud Suryadarma, Subang, Jawa Barat selama 8 tahun. Pada awalnya ia menjadi kopilot.

Dan seiring waktu, Fariana pun menjabat sebagai kapten pilot helikopter. Pada tahun 2016, Fariana mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan instruktur penerbang di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta. Pada tahun 2017 ia mengikuti pendidikan di Sekkau (Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara).

4 dari 6 halaman

Kapten Sekti Ambarwati

Sekti Ambarwati merupakan satu dari penerbang Wanita Angkatan Udara (Wara TNI AU). Ambar menempuh pendidikan di Sekolah Penerbang TNI AU pada tahun 2005 dan lulus dan dia dilantik jadi penerbang pada 2 Agustus 2007 pada 2007.

Sejak lulus hingga saat ini, ia bertugas di Skadron 2 Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Sehari-harinya, ibu satu anak itu membawa pesawat angkut CN-235.

5 dari 6 halaman

Sri Utami

Selanjutnya ada Letda Laut Sri Utami menjadi satu-satunya penerbang helikopter perempuan dari TNI Angkatan Laut. Saat berbagi cerita di acara Kick Andy, ia bercerita tidak mudah untuk masuk menjadi anggota TNI.

Namun dengan usaha dan kerja kerasnya ia berhasil berhasil melewati tes seperti psikologi, fisik, kemampuan terbang, dan bahasa Inggris. Kini Utami mampu menerbangkan berbagai macam helikopter, mulai dari helikopter latih colibri sampai helikopter Panther terbaru milik TNI AL.

6 dari 6 halaman

Letkol Pnb. Vincentius

Kemudian ada Letkol Pnb. Vincentius Endy Hadi Putra, perwira menengah TNI Angkatan Udara dan penerbang pesawat tempur Sukhoi 27/30 yang memiliki callsign “Hunter”. Vicentius, merupakan Alumnus Akademi Angkatan Udara tahun 1997, Sekolah Penerbangan Angkatan-58 dan mahir sebagai Penerbang Tempur TNI Angkatan Udara.

Ia bertugas di Skadron Udara 11 sejak tahun 2005. Ia bergabung dengan TNI Angkatan Udara melalui Akademi Angkatan Udara pada tahun 1994. lulus pada tahun 1997 dan kemudian melanjutkan ke seleksi Sekolah Penerbang TNI AU di Yogyakarta. Ia diseleksi untuk pembagian penempatan: pesawat tempur, pesawat transpor, dan helikopter. Dia mendapat bagian di pesawat tempur.

Ia ditugaskan di Madiun. Ia mengendarai pesawat Hawk MK-53. Ia kemudian dijuruskan lagi ke pesawat F-5 Tiger. Hingga kemudian mengendarai pesawat Sukhoi 27/30. Ia meraih 100 jam terbang pada 3 Oktober lalu. Saat ini menjabat Kapuskodal Koopsau II di Makassar, Ia sebelumnya menjabat Komandan Skadron Udara 11. (mdk/dan)

Baca juga:false
VIDEO: Anisa Amalia Srikandi Penerbang Pesawat Hercules Pertama
Dulu Takut Ketinggian, Kini Anisa Jadi Pilot Hercules dan Hobi Bermanuver Ekstrem
Anisa dan Mega, Duo Perempuan Penakluk 'Burung Besi' dari TNI AU
Deretan Senjata Baru TNI, Ada Buatan Indonesia
Manuver Memukau Pesawat Tempur Sukhoi TNI dalam Gladi Bersih
Ribuan Prajurit Gelar Gladi Bersih HUT ke-74 TNI