Pasang jerat babi malah kena manusia, 3 pria di Inhil diciduk polisi

PERISTIWA | 31 Mei 2018 01:03 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Berniat memasang jerat babi yang dialiri listrik di hutan, namun malah kena seorang warga setempat, 3 orang pria di Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir Riau dibekuk polisi. Korban mengalami luka bakar bagian perut.

"Ketiganya diduga telah memasang kabel beraliran listrik, sehingga menyebabkan orang lain mengalami luka berat," ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra kepada merdeka.com, Rabu (30/5).

Ketiganya yakni inisial BG (29) warga Desa Keritang, Am (25), warga Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning, dan Kus (39) warga Desa Bangko Sempurna, Kabupaten Rokan Hilir.

"Korbannya bernama Indra Praja (22) warga Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning. Orang tua korban membuat laporan polisi, dari laporan itulah ketiga pelaku ditangkap," kata Christian.

Dia menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika korban bersama temannya Wak Kuncung (55) warga Desa Batu Ampar hendak berburu ayam hutan di sekitar lokasi.

Saat asyik mencari, korban menyenggol kabel yang beraliran listrik untuk jeratan hewan babi. Akibatnya, korban mengalami luka bakar di bagian perut.

Korban langsung dievakuasi ke RSUD Indrasari Pematang Reba Kabupaten Indragiri Hulu. Orang tua korban, Roni (43), kemudian melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya, ke Polsek Kemuning.

"Petugas langsung mendatangi hutan lokasi kejadian itu, untuk melakukan penyelidikan pemilik kabel yang beraliran listrik tersebut," ucap Christian.

Dalam penyisiran, diketahui kabel tersebut berasal dari sebuah pondok, yang dihuni oleh ketiga pelaku. Saat diinterogasi, mereka mengakui sedang memasang jerat babi hutan, dengan menggunakan aliran listtrik.

"Pelaku langsung ditangkap, pondok mereka pun digeledah. Hasilnya, petugas menemukan 2 pucuk senpi rakitan beserta 11 amunisi peluru tajam," jelas Christian.

Saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti, telah diamankan di Mapolsek Kemuning guna proses penyidikan lebih lanjut. Ketiga tersangka dijerat pasal 360 ayat 1 KUHP.

"Ketiga tersangka terancam hukuman pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun dan Undang-undang Darurat nomor 12 Tahun 1951, karena mereka memiliki senjata api tanpa izin," tegas Christian. (mdk/bal)


Mahasiswa ITB ciptakan alat pencari korban kecelakaan di laut
Lagi menyapu jalan, petugas PPSU ditabrak mobil boks di Kelapa Gading
Xenia masuk galian hingga separuh badan di Tanjung Duren
Avanza hantam truk elpiji sedang parkir, pegawai Ditjen Pajak di Samarinda tewas
2 Tewas dalam kecelakaan kereta api di Italia utara
Korban tewas tabrakan beruntun di Pelalawan bertambah, total 4 orang

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.