Pasangan Bajo Bantah Settingan Lawan Gibran di Pilkada Solo

Pasangan Bajo Bantah Settingan Lawan Gibran di Pilkada Solo
PERISTIWA | 4 Agustus 2020 22:12 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pasangan Independen di Pilkada Solo, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) mengaku sering mendapatkan tuduhan sebagai calon ‘boneka’ atau bahkan dikait-kaitkan dengan 'uka-uka'. Kondisi tersebut tentu sangat merugikan calon penantang Gibran Rakabuming Raka tersebut di saat mereka meraih simpati masyarakat.

“Saya heran organisasi kami selalu dikaitkan dengan kelompok mistik atau yang kerap disebut 'uka-uka',” ujar Ketua ormas pengusung Bajo, Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, Selasa (4/8).

Tuntas menegaskan, tak ada kegiatan Tikus Pithi yang berkaitan dengan hal tersebut. Ia juga memastikan pasangan Bajo tidak ada kaitannya dengan calon boneka.

"Kami selama ini merasa teraniaya di media sosial, sering jadi seperti uka-uka. Lalu dikaitkan dengan Sunda Empire, Keraton Agung Sejagad,” keluhnya.

Tuntas menegaskan, organisasinya tidak pernah berhubungan, tidak kenal dan tidak pernah melakukan hal-hal mistis seperti yang diisukan selama.

“Sebagai pimpinan organisasi, saya melarang keras anggota saya mengikuti kegiatan seperti Sunda Empire dan Keraton Agung Sejagad. Kalau ada yang ikut seperti itu akan saya keluarkan,” tandasnya.

Menurut dia, anggota yang ikut kegiatan seperti itu, baginya adalah penipuan dan itu akan membelokkan dari mindset masyarakat.

“Saya kira tudingan 'uka-uka' itu mungkin karena penampilan anggota kami yang sering pakai pakaian adat saat pertemuan,” katanya.

Tuntas berdalih, pakaian yang digunakan tersebut sebagai bagian dari pelestarian budaya. Masyarakat mungkin melihat baju yang digunakan anggotanya seperti pendekar.

“Pakaian Itu kita sesuaikan dengan kearifan lokal, karena anggota kita ada di seluruh Indonesia. Jadi ini hanya sebagai cara melestarikan budaya," tandasnya.

Tuntas menyebut, selama ini Tikus Pithi aktif dalam berbagai kegiatan. Diantaranya kegiatan sosial, politik, ekonomi, budaya, kegamaan. Mereka bergabung ke dalam organisasi asuhannya tersebut secara sukarela.

Terkait tudingan calon boneka, dia juga menegaskan bahwa pasangan Bajo maju di Pilkada Solo karena murni diusung oleh Tikus Pithi.

“Kami tidak pernah berkomunikasi dengan partai politik ataupun tokoh politik. Jadi kita bukan boneka siapapun. Kita bukan setingan, kita tidak pernah berkomunikasi dengan partai politik dan siapapun karena benar-benar kami murni,” tegasnya.

“saya warning kalau Pak Bagyo dan Pak Supardjo menerima uang, maka akan saya hentikan Pilkada," tegasnya. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami