Laporan dari Arab Saudi

Pasar An'am, Tempat Berburu Kambing DAM di Makkah

Pasar An'am, Tempat Berburu Kambing DAM di Makkah
Pasar Anam. ©2022 Merdeka.com/Lia Harahap
NEWS | 26 Juni 2022 06:30 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Aroma khas kambing menyeruak ketika Tim Media Center Haji (MCH) Makkah tiba di Pasar An'am, beberapa waktu lalu. Pasar ini terletak di perbatasan Makkah - Jeddah, Arab Saudi. Atau berjarak 10 kilometer dari Masjidil Haram.

Saat kami tiba, suhu mencapai 40 derajat celcius. Suasana pasar sangat riuh dengan teriakan pedagang yang menjajaki kambing dagangannya. Belum lagi suara kambing mengembik bersahutan.

Pantauan di lokasi, terdapat banyak kandang yang dihuni ratusan kambing. Pasar ini menjadi salah satu pasar yang didatangi pembeli untuk membeli kambing sebagai syarat membayar denda atau dam dan sekadar berkurban. Kambing yang telah dibeli kemudian dibawa ke tukang jagal di pasar yang sama.

Uniknya, meski berprofesi sebagai penjagal, mereka memakai seragam berwarna merah. Kambing yang telah dibeli digiring ke tempat penjagalan oleh pekerja yang mayoritas berasal dari Mali.

Di Pasar An'am, jemaah bisa memilih bobot kambing yang diinginkan. Seorang pedagang menyebut, saat ini harga satu ekor kambing dijual kisaran harga 250 Saudi Riyal (SAR) hingga 500 SAR.

Kambing dengan berat 10 Kg harganya kisaran 250 SAR. Sedangkan kambing yang beratnya mencapai 30 kg bisa seharga 500 SAR. Tetapi proses tawar menawar antara pembeli dan pedagang masih sangat dimungkinkan.

Setelah cocok dengan harga yang ditawarkan dan dibayar, kambing akan digiring ke tukang jagal. Untuk biaya penyembelihan kambing kisaran 60 SAR atau sekitar Rp240 ribu dengan kurs Rp4.000. Setelah selesai, kambing yang dipotong dimasukkkn akan disalurkan ke pihak yang membutuhkan.

Selain Pasar An'am, daerah lainnya yang menjual kambing untuk membayar dam yakni Moashem dan Akisiyyah. Namun jika ingin memilih pasar lebih luas, maka Pasar An'am lah yang paling tepat.

2 dari 3 halaman

Alur Membayar Dam

dam

Konsultan Pembimbing Ibadah Daera Kerja Mekkah, Aswadi mengatakan, jemaah haji bisa membayar dam atau denda setelah proses tahallul atau mencukur rambut dari rangkaian ibadah umrah wajib selesai.

Biasanya, seorang jemaah dikenakan denda karena mengambil niat haji tamattu' dan qiran. Haji tamattu' adalah haji yang didahului umrah. Jemaah haji lebih dulu berniat ihram untuk umrah hingga tahallul.

Jemaah akan berniat ihram kembali bila tiba waktu haji. Sebagian besar jemaah haji Indonesia menjalankan haji tamattu' sehingga harus membayar dam.

"Penyembelihan kambing untuk membayar dam bisa dilakukan usai puncak haji pada 10-13 Dzulhijjah. Atau bersamaan dengan penyembelihan hewan kurban kurban."

3 dari 3 halaman

Jenis-Jenis Dam

dam

Ada tiga jenis dam yang perlu diketahui. Pertama dam Nusuk, artinya denda yang dikenakan pada jamaah haji yang mengerjakan haji tamattu' atau qiran bukan karena melakukan kesalahan.

Dam yang dibayar berupa menyembelih seekor kambing, bila tidak sanggup wajib mengganti dengan berpuasa selama 10 hari dengan ketentuan tiga hari dilakukan selama di Mekkah dan sisanya setelah di Tanah Air.

Kedua dam Isa'ah. Dam yang dikenakan kepada orang yang melanggar aturan karena meninggalkan salah satu wajib haji atau wajib umrah seperti tidak berniat ihram dari miqat, tidak mabid di muzdhalifah, tidak mabit di Mina, tidak melontar jumrah dan tidak melakukan tawaf wada'.

Ketiga, dam Kifarat yang dikenakan kepada seseorang karena sengaja melakukan sesuatu yang diharamkan selama ihram seperti mencukur rambut, memotong kuku, memakai wangi-wangian, memakai pakaian biasa bagi laki-laki, menutup muka serta sarung tangan bagi perempuan.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Mekkah, Ansor mengimbau jemaah membayar dam lewat lembaga yang sudah ditentukan agar jemaah lebih aman.

Jamaah dapat membayar dam melalui saluran pembayaran yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi, yaitu Bank Pembangunan Islam (IsDB), Bank Al Rajhi, Pos Saudi, dan Situs (ADAHI).

(mdk/fik)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini