Pascalongsor & Banjir, Mensos Prediksi Angka Kemiskinan di Kabupaten Bogor Meningkat

PERISTIWA | 20 Januari 2020 21:17 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Menteri Sosial Juliari P Batubara memprediksi akan banyak keluarga-keluarga miskin baru, pasca bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bogor.

"Terutama di (kecamatan) Sukajaya itu cukup parah. Di sana saya rasa perlu harus difokuskan untuk penanganannya," kata Juliari saat mengunjungi Panti Sosial Sosial Bina Grahita, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (20/1).

Kementerian Sosial juga menunggu pengajuan apapun yang diperlukan Kabupaten Bogor. Namun, pemerintah daerah setempat belum selesai dalam melakukan pendataan.

"Kan pendataan juga belum siap. Kita siap bantu kok. Apapun yang diminta kita siap, tergantung Pemkab Bogor minta apa," ujarnya.

Termasuk dengan penambahan Program Keluarga Harapan (PKH). Karena menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada warga yang kehilangan harta benda hingga harus bergantung pada bantuan pemerintah.

"Mungkin kan ada juga yang jatuh miskin. Itu tanggung jawab kita. Baik pemda dan kemensos. Untuk anggaran PKH kita bisa atur, selama memang ada data yang akurat dan Pemkab Bogor," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Pemkab Bogor sendiri memperpanjang masa tanggap darurat bencana hingga 30 Januari 2020. Alasannya, masih ada beberapa akses jalan di wilayah Kecamatan Sukajaya, tertimbun material longsor, serta untuk melakukan validasi data korban terdampak bencana dan infrastruktur yang rusak.

"Pendataan setiap hari on progress. Jadi kami sudah kumpulkan kepala desa yang wilayahnya terkena bencana untuk melakukan pendataan, segera kita selesaikan dalam satu pekan ini," kata Wakil Bupati Kabupaten Bogor Iwan Setiawan. (mdk/fik)

Baca juga:
Nenek Sahut di Bondowoso, Tinggali Rumah Mau Roboh dan Nyaris Tak Tersentuh Bantuan
Pemprov Jateng Juara Turunkan Kemiskinan, Ganjar Sebut Berkat Kerja Keras Gus Yasin
Gini Ratio Indonesia September 2019 Turun Tipis Menjadi 0,380
Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Capai 12,56 Juta, Terbanyak per September 2019
Beras, Rokok Hingga Tarif Listrik Penyebab Kemiskinan Sepanjang 2019
Per September 2019, Penduduk Miskin Indonesia Sebesar 24,79 Juta Orang

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.