Pasien Aborsi di Paseban Banyak Wanita di Bawah 24 Tahun Hamil di Luar Nikah

Pasien Aborsi di Paseban Banyak Wanita di Bawah 24 Tahun Hamil di Luar Nikah
PERISTIWA | 18 Februari 2020 17:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membeberkan, latar belakang pasien yang bertandang ke Klinik Aborsi di Paseban, Jakarta Pusat. Dia menyebut, pasien rata-rata adalah wanita yang hamil di luar nikah.

"Siapa saja yang datang ke klinik ilegal ini, ya rata-rata memang hamil d luar nikah," kata dia di Polda Metro Jaya, Selasa (18/2).

Yusri mendata, sebanyak 903 pasien menyambangi klinik aborsi di Paseban Jakarta Pusat. Sebagian besar berada di usia produktif mulai dari 24 tahun ke bawah.

"Karena mereka belum nikah tetapi sudah hamil. Kemudian wanita yang mau melamar kerja dengan syarat tidak boleh hamil dan tapi dia hamil, dan ada juga dia gunakan KB tapi gagal sehingga aborsi," ucap dia.

Yusri mengakui mengalami kendala menelusuri keberadaan pasien Aborsi lantaran hampir semua yang datang tidak mengisi data secara lengkap, hanya diberikan kartu dengan identitas nama dan umur.

"Kami terkendala cari siapa pasien lain karena data tak lengkap, mereka (pasien) gak perlu mencantumkan alamat mereka, yang ada hanya nama dan umur," ujar dia.

Kendati, Yusri menyebut pihaknya akan mencoba menggali lewat rekening yang masuk ke manajemen klinik Paseban Jakarta Pusat.

"Sehingga dengan cara itu kita bisa ketahui," terang dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggerebek klinik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat pada 11 Februari 2020 kemarin.

1 dari 1 halaman

Tangkap dokter

Pada penggerebekan itu, polisi menangkap dokter berinisial MM alias A, dan stafnya RM, dan SI. Keesokan harinya, polisi meringkus tiga bidan yang bekerja di klinik tersebut. Saat ini, polisi masih memburu keberadaan seorang dokter aborsi lain berinisial S serta 50 bidan yang merupakan kaki tangan dari A.

Dari hasil penyelidikan, klinik aborsi Paseban telah beroperasi selama 21 bulan. Adapun pasien yang telah mendatangi klinik berjumlah 1632 orang dengan rincian 903 pasien telah menggugurkan janinnya.Tercatat, keuntungan yang diperoleh selama beroperasi mencapai Rp5,5 miliar. (mdk/eko)

Baca juga:
Usai Ungkap di Daerah Paseban Jakpus, Polisi Bidik Klinik Aborsi Lain
Melihat Klinik Aborsi Ilegal di Paseban Pasca Dibongkar Polisi
Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Klinik Aborsi Paseban
Terungkap Klinik Aborsi Ilegal di Senen, 1.632 Wanita Sudah Daftar
Hubungan dengan Pacar Tak Direstui Orang Tua, Perempuan Ini Nekat Aborsi Kandungannya
Polisi Periksa Kekasih Mahasiswi Makassar Meninggal Dunia Saat Hamil

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami