Pasien Covid-19 Sembuh di Bali Bertambah Jadi 284 Orang Per 22 Mei

Pasien Covid-19 Sembuh di Bali Bertambah Jadi 284 Orang Per 22 Mei
PERISTIWA | 22 Mei 2020 19:21 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan penambahan pasien Covid-19 bertambah enam orang dan semuanya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) hari ini. Secara akumulatif pasien Covid-19 yang telah ditangani menjadi 380 orang.

"Jumlah kumulatif pasien positif 380 orang, bertambah 6 orang WNI. Terdiri dari 2 imported case dan 4 orang transmisi lokal," kata Indra di Denpasar, Bali, Jumat (22/5).

Sementara, pasien Covid-19 hari ini yang sembuh sebanyak empat orang dan semuanya adalah WNI. "Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 284 orang, bertambah 4 orang WNI," imbuhnya.

Untuk jumlah pasien yang meninggal tidak ada penambahan dan tetap empat orang. Diantaranya, dua WNI dan dua WNA.

"Untuk jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) ada 92 orang yang berada di sejumlah rumah sakit rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering," ujar Indra.

Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case sebanyak 186 orang dan terinfeksi di daerah lain 31 orang dan untuk transmisi lokal 155 orang dan WNA 8 orang.

1 dari 1 halaman

Indra menerangkan, demi memutus penyebaraan Covid-19, warga yang boleh melakukan perjalanan dikecualikan untuk angkutan logistik, kesehatan, diplomatik, tugas lembaga tinggi negara serta angkutan logistik penanganan Covid-19.

"Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, mewajibkan setiap orang yang akan memasuki Provinsi Bali menggunakan moda transportasi udara agar menunjukkan surat kesehatan bebas Covid-19 berbasis swab. Sedangkan, bagi warga yang masuk ke Bali melalui jalur darat diminta untuk melakukan rapid tes dan mengisi formulir tujuan datang ke Bali," jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat Bali untuk mentaati peraturan tersebut dengan penuh disiplin sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Berkaitan kebijakan ini pula melalui gugus tugas dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten atau Kota, TNI, Polri dan Pemerintah Pusat di daerah bersama-sama untuk menegakkan peraturan Menteri Perhubungan tersebut dengan melakukan upaya penebalan penjagaan di pintu-pintu masuk Pulau Bali," ujarnya.

"Yaitu di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa dan Pelabihan Padang Bai. Kalau masyarakat akan melintasi jalur-jalur ini maka pada pintu masuk akan dijaga petugas," ujar Indra. (mdk/ray)

Baca juga:
Anies: Kasus Covid-19 di Jakarta Membaik Tapi Risiko Gelombang Kedua Juga Tinggi
PM Selandia Baru Usulkan Kerja 4 Hari Sepekan untuk Pulihkan Ekonomi karena Covid-19
Cegah Penyebaran Corona, Pemkot Surabaya Larangan Warga Takbir Keliling
Kemenhub Ancam Cabut Izin Rute Maskapai yang Memuat Penumpang Melebihi Ketentuan
Jubir Covid-19: Tak Ada Larangan Beli Baju Lebaran Asal Patuhi Protokol Kesehatan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami