Pasien Dalam Pengawasan Meninggal Pertama di RSUZA Banda Aceh Positif Covid-19

Pasien Dalam Pengawasan Meninggal Pertama di RSUZA Banda Aceh Positif Covid-19
PERISTIWA | 26 Maret 2020 12:40 Reporter : Afif

Merdeka.com - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA), Banda Aceh, yang meninggal Senin 23 Maret 2020 lalu asal Lhokseumawe dinyatakan positif Corona Virus Disease (Covid-19).

"Yang meninggal asal Lhokseumawe itu positif Corona," kata Direktur RSUZA, Banda Aceh, dr Azharuddin, Kamis (26/3).

Pasien tersebut sudah dikebumikan sesuai dengan prosedur penanganan layaknya pasien positif Covid-19 beberapa waktu lalu. Sebelum dirawat pasien berinisial AA tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Bogor dan Surabaya.

Sebelum dirujuk ke RSUZA, Banda Aceh pasien itu sempat dirawat di Rumah Sakit Arun, Lhokseumawe. Karena kondisinya semakin memburuk, langsung dirujuk pada 17 Maret 2020.

Sementara sejumlah tenaga medis di Rumah Sakit Arun, Lhokseumawe sekarang mulai dikarantina selama 14 hari selama massa inkubasi. Tenaga kesehatan itu sempat merawat pasien tersebut tanpa menggunakan Alat Perlindung Diri (APD) saat itu.

"Tenaga kesehatan yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang dikarantina," kata Kepala Dinas Kesehatan Lhokseumawe, Said Alam.

Secara prosedur, setiap tenaga kesehatan yang tidak menggunakan APD saat merawat PDP Covid-19 harus dikarantina. Apalagi, pasien yang dirawat tersebut sudah meninggal.

"Makanya mereka dikarantina, kita belum tahu apakah pasien yang meninggal itu positif atau negatif, karena hasilnya belum keluar," ucapnya.

Pasien Dalam Pengawasan di RSUZA, Banda Aceh Rabu (25/3) juga ada yang meninggal. Meskipun pasien kedua meninggal itu belum ada hasil laboratorium, apakah positif corona atau tidak. Tetapi meninggalnya pasien tersebut memiliki gejala terjangkit corona dan memiliki riwayat bepergian ke Malaysia.

“Benar, ada seorang PDP inisial EY (43 thn), laki-laki, dari Kabupaten Aceh Utara, meninggal dunia dalam perawatan RICU RSUZA Banda Aceh, sekira pukul 18.40 wib (kemarin),” kata Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani.

Katanya, EY memiliki riwayat tinggal di daerah transmisi virus Corona. Ia warga Aceh Utara yang pulang dari Malaysia. Hasil pemeriksaan ditemukan gambaran pneumonia dan memenuhi kriteria sebagai PDP.

Karena itu, ia ditangani sesuai SOP Covid-19 di RICU RSUZA Banda Aceh, hingga meninggal dunia karena gagal nafas akibat pneumonia.
Lebih lanjut SAG mengatakan, EY meninggal dunia dalam status PDP karena belum ada hasil pemeriksaan spesimennya.

"Kita belum bisa simpulkan EY positif Covid-19 atau meninggal karena pneumonia akut. Tapi, jenazah EY akan tetap diperlakukan sesuai SOP jenazah Covid-19," tutupnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Apple Sumbang 10 Juta Masker Untuk Lawan Pandemi Covid-19
Permintaan Naik, Produksi Industri Deterjen dan Alat Kesehatan Terus Digenjot
Polisi Isolasi Diri Usai Amankan Viral Jenazah PDP Covid-19 di Kolaka Dibawa Pulang
Investor Aset Kripto Raup Untung 10 Persen saat Pandemi Virus Corona
Corona Merebak, Bandara Kualanamu Diperketat dengan 5 Antisipasi Ini
Cegah Penyebaran Virus Corona, Pelabuhan Papua Ditutup Sementara

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami