Pasien Meninggal Negatif Corona di Semarang Terkena Flu Babi

Pasien Meninggal Negatif Corona di Semarang Terkena Flu Babi
PERISTIWA | 27 Februari 2020 16:55 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Pasien berusia 37 tahun yang meninggal usai dilakukan perawatan ruang isolasi di Rumah Sakit Dr Kariadi akibat terjangkit virus H1N1 atau flu babi. Hasilnya ada virus influenza tipe A yang bersarang di paru-parunya.

"Jadi hasilnya positif virus influenza turunan dari H1N1 alias flu babi," kata Dokter penanggung Jawab Pelayanan di RSUP dr Kariadi Semarang Fathur Nur Kholis, Kamis (27/2).

Dia mengungkapkan hasil diagnosa dari Litbangkes baru Rabu (26/3) malam. Daru hasil riwayat pasien pernah melakukan perjalanan ke Spanyol. Sedangkan saat menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit pasien juga sempat transit ke Dubai sebelum melanjutkan perjalanan ke Semarang.

Flu babi pernah mewabah sekitar tahun 2009-2010. Di tahun ini, flu babi kembali muncul dengan menginfeksi pasien yang sempat menjalani karantina Corona.

"Virusnya ada di negara Spanyol dan bapak ini kan WNI yang pernah dari Spanyol juga," imbuhnya.

Meski masa pandeminya sudah lewat, namun flu babi masih bisa ditularkan melalui saluran transmisi udara. Setiap orang di Indonesia bisa tertular flu babi meski tidak berpergian ke luar negeri.

"Ada tiga penyebabnya bisa virus, bakteri dan jamur atau enzim lainnya seperti mikroorganisme atau non mikro. Kalau sudah terkena pasien mengalami stadium ringan hingga berat. Tapi flu babi masa pandemi sudah lewat. Sedangkan virus itu akan mengalami mutasi," terangnya.

Sedangkan masa karantina untuk pasien flu babi selama 1-4 hari. Gejala awalnya mirip virus Corona. "Gejala awal memang demam disertai batuk, pilek dan nyeri pada tenggorokan," tutup Fathur Nur Kholis.

1 dari 1 halaman

Penjelasan Menkes

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto sebelumnya menegaskan bahwa seorang pasien yang meninggal di Rumah Sakit Kariadi Semarang bukanlah disebabkan oleh Coronavirus atau Covid-19. Ia menjelaskan bahwa yang bersangkutan meninggal karena terinfeksi virus H1NI atau virus influenza A yang erat kaitannya dengan penyebaran virus Flu Spanyol pada 1918.

"Sebelum meninggal kemudian dikirimkan swab-nya tadi ke Balitbangkes. Maka muncullah hasil di mana di Balitbangkes itu memang hasilnya negatif tidak ada Corona," kata Agus di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (27/2).

Terawan mengatakan, saat kematian hasil laboratorium belum keluar, dilakukan prosesi pemakaman selayaknya memakan penderita penyakit infeksius atau yang dapat menginfeksi orang lain. Berhubung H2N1 juga merupakan satu virus yang dapat menular.

"Tetapi jelas hasilnya bukan Corona. Ini ketemuannya H1N1 seperti biasa itu flu dan itu udah dipastikan kok hasilnya di VCR. VCR dua kali," terang Terawan.

Menurut dia, jika virus H1N1 ini masyarakat tidak perlu khawatir. Mengingat virus tersebut sudah ditemukan obat.

Terawan menyebut, pasokan obat virus tersebut ada di Kementerian Kesehatan.

"Saya sudah cek persediaannya ada," jelasnya.

Reporter: Yopi Makdori (mdk/gil)

Baca juga:
Dubes RI untuk Saudi: Batas Waktu Penghentian Visa Umrah Belum Ditentukan
Garuda Indonesia Akui Jemaah Umrah Tak Bisa Diberangkatkan Akibat Pelarangan Saudi
Garuda Indonesia Siap Angkut Jemaah Umroh Kembali ke Tanah Air
Kemenhub: Penerbangan Umrah Saat Ini Masih Normal
Soal Nasib Jemaah Umrah, Pengusaha Tunggu Surat Resmi Pemerintah Arab Saudi
Pulau Sebaru, Dulu Pusat Rehabilitasi Pengguna Narkoba Kini Virus Corona
Menkes: 68 WNI ABK Diamond Princess Dievakuasi 1-2 Hari Ke Depan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami