Pasien Positif Corona di Situbondo Bertambah, Pemkab Usulkan Penambahan RS Rujukan

Pasien Positif Corona di Situbondo Bertambah, Pemkab Usulkan Penambahan RS Rujukan
PERISTIWA | 6 April 2020 21:10 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Jumlah pasien corona di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur bertambah. Pembaruan data yang dirilis Pemprov Jawa Timur per Senin (6/4) petang menunjukkan jumlah pasien positif Covid-19 bertambah dari sebelumnya enam orang, kini menjadi delapan orang. Adapun kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 11 orang, dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) mencapai 187 orang.

Di sisi lain, jumlah ruangan khusus yang dimilik RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo sebagai rumah sakit rujukan di kota tersebut terbatas hanya empat kasur.

"Jika kondisi seperti ini tetap berlanjut, ruangan di RSUD dr. Abdoer Rahem yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19 bisa overlap, ruangan khusus yang dilengkapi ventilator di rumah sakit tersebut hanya ada empat bed, dan tadi malam sudah merawat 10 pasien, di mana dua di antaranya adalah pasien positif," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Situbondo Abu Bakar Abdi, Senin (6/4).

Selain itu, ruangan lain yang digunakan untuk PDP yang berjumlah 11 kasur, sudah terisi delapan pasien. "Kalau dibiarkan, kita bisa kewalahan, oleh karenanya kami akan mengusulkan kepada bupati, agar mengusulkan ke gubernur untuk menambah rumah sakit rujukan Covid-19 di Situbondo, dan saat ini, yang paling siap sebagai rumah sakit rujukan berikutnya adalah Rumah Sakit Elizabeth," ujar Abu Bakar.

Menurut Abu Bakar, saat ini RS Elizabeth Situbondo sudah menyiapkan ruangan khusus Covid-19 dengan kapasitas tujuh kasur. "Jadi siap tidak siap, rumah sakit di Kabupaten Situbondo ya harus siap untuk merawat ODP, PDP, maupun positif Covid-19. Makanya kita usulkan RS Elizabeth juga jadi rumah sakit rujukan," terang Abu Bakar Abdi yang juga menjabat Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo ini.

Sementara Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem, Toni Wahyudi membenarkan ruangan khusus yang digunakan untuk pasien Covid-19 saat ini sudah menampung lebih dari empat pasien positif. "Betul, ruangan itu sekarang menampung lebih dari empat orang pasien. Namun demikian, tidak terjadi over kapasitas, karena ruangannya sangat luas. Jadi, kita lakukan penambahan bed dan SDM," tuturnya.

Walaupun demikian, sambung Toni, pihaknya akan tetap membatasi jumlah pasien yang dirawat di ruang khusus tersebut. "Apabila pasien yang dirawat di ruang khusus itu kondisinya berangsur membaik, maka akan kita dipindahkan ke ruangan yang semula untuk pasien ODP," kata dr. Tony Wahyudi. (mdk/cob)

Baca juga:
Menteri BUMN Tinjau Kesiapan RSPJ Sebagai RS Khusus Covid-19
RS Pertamina Jaya Rekrut Ratusan Tenaga Medis Tangani Pasien Covid-19
Erick Thohir: RS Pertamina Siap Tampung Pasien Corona 4 Hari Lagi
Jadi RS Darurat Corona, Pertamina Jaya Mampu Lakukan 1.300 Tes per Hari
Kota Bogor Kekurangan Rumah Sakit dan Tenaga Medis Tangani Corona
Pertamina Patra Niaga Sediakan Makanan Sehat untuk Tenaga Medis di RS Pelni

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami