Pasien RSUD Aceh Singkil meninggal 2 jam usai persalinan

Pasien RSUD Aceh Singkil meninggal 2 jam usai persalinan
PERISTIWA | 14 Juli 2016 18:26 Reporter : Dede Rosyadi

Merdeka.com - Nurli (30), pasien RSUD Kabupaten Aceh Singkil meninggal dunia dua jam setelah proses persalinan. Direktur rumah sakit, Dr Eko Syahputra Anugroho menuturkan Nurli meninggal bukan karena malapraktik, namun disebabkan penyakit diderita sudah mengalami infeksi di kandungan.

"Penyakit yang dideritanya di dalam kandungan sudah sangat parah," kata Eko di Singkil, Kamis, menanggapi tuduhan bahwa meninggalnya ibu muda itu akibat malapraktik, Kamis (14/7).

Eko didampingi dr Sugeng SpOG dan jajarannya menyatakan, bayi dari Nurli saat operasi bedah sesar 10 Juni 2016 berhasil diselamatkan.

"Penyebab meninggalnya pasien Nurli diketahui juga karena kandungannya diperkirakan berumur 9 bulan lebih itu sudah terinfeksi, akibat gesekan di dalam rahim, sehingga infeksi akibat virus sudah terkontaminasi ke seluruh bagian kandungan," papar Sugeng menambahkan penjelasan medis.

Kemudian, kata Eko, sangat menyayangkan adanya dugaan kasus meninggalnya Nurli diduga ada bekas sayatan huruf T pada bagian perut, dan adanya benjolan bisul pada kepala bayi seperti luka dituding sebagai korban malapraktik oleh RSUD Kabupaten Aceh Singkil.

"Diperparah lagi kasus tersebut menyebar di media sosial tanpa ada konfirmasi dari pihak kami. Tudingan mal praktek itu tidak benar, kami bekerja berdasarkan surat persetujuan yang sudah ditanda tangani bersama oleh pihak medis dan keluarga pasien," beber Eko seperti ditulis Antara.

Sugeng juga menambahkan bagian luka seperti bisul luka pada kepala bayi adalah terkontaminasinya infeksi telah menjangkiti si ibu, namun tidak berbahaya, sehingga dia selamat dari proses persalinan tersebut.

Sementara kuasa hukum dari pihak almarhumah, Bunyamin didampingi Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Wilayah Subulussalam Edi Syahputra dan Kaya Alim Bako mengatakan hari itu juga akan melayangkan surat permohonan informasi pada RSUD Kabupaten Aceh Singkil, terkait salinan rekam medis/resume medis atas nama pasien Nurli.

Alasan permintaan, kata Bunyamin, dan tujuan pengguna informasi yaitu bentuk pengawasan dan merupakan hak keluarga pasien. Juga orang diberi kuasa oleh pasien maupun keluarga pasien, untuk mendapatkan isi rekam medis.

"Sebagaimana disebutkan dalam pasal 12 ayat (4) Permenkes 269/2008 dijelaskan bahwa ringkasan rekam medis dapat diberikan, dicatat atau di-copy oleh pasien, atau orang diberi kuasa atas persetujuan tertulis pasien atau keluarga pasien berhak untuk itu," pungkas Bunyamin. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami