Pasir Laut Banten Akan Dikeruk untuk Perluasan Bandara dan Reklamasi Teluk Jakarta

PERISTIWA | 17 Juli 2019 21:47 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Banten merestui ratusan juta meter kubik pasir laut Banten akan dikeruk untuk reklamasi. Ini untuk kebutuhan proyek perluasan bandara Soekarno Hatta dan reklamasi Banteng dan Teluk Jakarta.

Kabid Minerba Dinas Energi Sumber Daya Mineral (DESDM) Banten, Helmy Nuddin Zein mengatakan pengerukan akan dilakukan di empat daerah di Banten. Yakni daerah pesisir Pontang, Tirtayasa, Pulau Merak dan Pulo Ampel.

"Pasir kan akan datang kembali. Ada kebutuhan arah untuk perluasan bandara Soekarno-Hatta dan Teluk Jakarta ya kan ini kita harus fasilitasi, kalau misalkan ini lebih besar manfaatnya ya dipersilakan," kata Helmy saat acara dengar pendapat dengan aktivis lingkungan bersama dengan Pansus rancangan Peraturan daerah (Raperda) tentang Rencana Zona Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) 2018-2038 di Aula DPRD Banten, Rabu (17/7).

Pengerukan empat daerah ini akan diproyeksikan untuk kebutuhan rencana perluasan Bandara oleh PT Angkasa Pura II. Dengan luas 2.000 hektar dan ketebalan rata-rata 5 meter maka dibutuhkan 100 juta meter kubik.

Reklamasi Teluk Jakarta seluas 2.500 hektar dan ketebalan 37.500.000 meter kubik serta rencana reklamasi wilayah Industri di Kecamatan Bojonegara, Pulo Ampel, Pulo Merak seluas 750 hektar dengan ketebalan rata-rata 5 meter, dibutuhkan pasir laut 37.500.000 meter kubik.

"Ada daerah yang dibangun ada yang dirusak. Itu hanya perkiraan kita yang berjalan kan kemarin dibutuhkan untuk Teluk Jakarta," katanya.

Untuk diketahui, selama ini, untuk memenuhi kebutuhan pasir 3,5 miliar meter kubik ‎itu, pihak pengembang reklamasi Teluk Jakarta telah menyedot pasir di Kepulauan Seribu. Memang Banten bukan satu-satunya tetangga ibukota yang memasok pasir untuk megaproyek tersebut. Pasokan pasir juga didatangkan dari Provinsi Jawa Barat, Lampung, dan Bangka Belitung. (mdk/noe)

Baca juga:
Pencemaran Teluk Jakarta Disebut Akibat Limbah Industri dan Rumah Tangga
Walhi Tantang Anies Pulihkan Ekosistem di Pesisir Teluk Jakarta
Walhi Sebut Penerbitan IMB Reklamasi Preseden Buruk Masa Depan Lingkungan Jakarta
IMB Lahan Reklamasi Diterbitkan, DPRD DKI Belum akan Panggil Gubernur Anies
Anies Tantang Ahok Jelaskan Kenapa Kontribusi Pengembang Harus 15 Persen
Anies Bersikukuh Sebut Daratan Hasil Reklamasi Sebagai Pantai, Bukan Pulau

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.