Pasukan Garuda Pelopori Penyerahan 17 Milisi dan 13 Pucuk Senjata di Kongo

Pasukan Garuda Pelopori Penyerahan 17 Milisi dan 13 Pucuk Senjata di Kongo
PERISTIWA | 4 Juni 2020 10:53 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Pasukan Garuda yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) pelopori penyerahan diri 16 orang milisi dari kelompok Aleluya pimpinan Mr. Aleluya. Penyerahan ini dipimpin Kolonel Inf Daniel Lumbanraja yang menjadi Dansatgas pasukan tersebut.

Tak hanya penyerahan diri saja, tetapi juga adanya penyerahan 12 pucuk senjata api jenis AK-47 dan senjata api jenis FAL di Desa Katanga dan Desa Mboka. Penyerahan dilakukan pada Selasa (2/6).

"Penyerahan dari kelompok Aleluya pimpinan Mr. Aleluya berikut 12 pucuk senjata api jenis AK-47 di Desa Katanga dan 1 orang milisi atas nama Mr. Khisimbi dengan satu pucuk senjata api jenis FAL di Desa Mboka, Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo," kata Daniel dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Selain itu, tim gerak cepat Satgas TNI RDB juga sukses mengajak kelompok Aleluya untuk kembali bergabung menjadi masyarakat biasa.

"Tim gerak cepat Satgas TNI RDB yang dipimpin oleh Danki D Combat Operation Base (COB) Bendera yang tergabung dalam Satuan Tugas Kongo Mayor Inf Vijaya dan tim Cimic yang dipimpin Lettu Inf Yose kembali berhasil mengajak kelompok Aleluya untuk menyerahkan diri dengan keinginan kembali bergabung menjadi masyarakat biasa," ujarnya.

"Mereka yang awalnya hidup berkelompok dengan mata pencaharian tidak menentu seperti merampok atau begal, melalui pendekatan persuasif dan diberikan pengertian bahwa kegiatan yang selama ini mereka lakukan adalah tidak baik dan merugikan orang lain. Operasi gerak cepat yang digelar ini meliputi wilayah Axis Bendera, Katanga dan Lambo Katenga, Republik Demokratik Kongo," sambungnya.

Apa yang telah dilakukan oleh Satgas itu merupakan hasil kerjanya yang telah dilaksanakan selama empat minggu secara intensif.

"12 pucuk senjata api jenis AK-47 dan satu pucuk jenis FAL serta 17 orang ex-combatan tersebut merupakan hasil kegiatan Long Range Mission (LRM), Long Range Patrol (LRP) dan Civil Military Coordination (Cimic) dan escord yang telah digelar selama empat minggu terakhir secara intensif di wilayah Axis Bendera. Senjata tersebut berasal dari Mai-mai (kelompok bersenjata) Aleluya dibawah pimpinan Mr. Aleluya," ucapnya.

Kemudian, 13 senjata tersebut diserahkan kepada staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR/RR) untuk diproses sesuai dengan ketentuan UN.

"Sampai dengan saat ini Satgas Indo RDB telah berhasil menerima menyerahnya 72 orang ex-combatan dan penyerahan senjata api sebanyak 32 pucuk jenis AK-47, 2 pucuk jenis FAL, 1 buah granat serta 346 butir peluru tajam," jelasnya.

Daniel pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada prajuritnya yang telah bekerja keras dalam menjalankan misi khususnya di wilayah COB Bendera.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kesuksesan dan kerja kerasnya prajurit dalam melaksanakan misi khususnya yang bertugas di wilayah COB Bendera," tutupnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Anak-anak Afrika Menangis Sedih Saat Pasukan Garuda TNI Mau Kembali ke Indonesia
8 Potret Briptu Hikma Nur Syafa, Polwan Tangguh Bertugas di Afrika
Kapolri Pimpin Pembaretan 154 Personel Bakal Jalani Misi Perdamaian di Sudan
JK Sebut Anggota Pasukan Perdamaian PBB Perlu Modernisasi, Termasuk Indonesia
Batalyon Infanteri 141/AYJP TNI AD Terpilih Menjalankan Misi Perdamaian PBB
Mengintip Latihan Prajurit TNI Jadi Pasukan Perdamaian Dunia

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5