Patirtan Abad ke-10 Mirip Candi Tikus Ditemukan di Ngoro Jombang

Patirtan Abad ke-10 Mirip Candi Tikus Ditemukan di Ngoro Jombang
PERISTIWA » MALANG | 22 September 2019 06:02 Reporter : Imam Mubarok

Merdeka.com - Patirtan abad ke-10 yang merupakan situs purbakala ditemukan di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Patirtan ini diperkirakan merupakan peninggalan abad ke-10

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Andi Muhammad Said mengatakan, penemuan ini merupakan struktur yang membentuk pancuran air dan arca jaladwara (pancuran) dengan bentuk seperti kepala naga, yang berarti patirtan.

"Ini merupakan penemuan petirtaan dan lebih besar dari Candi Tikus. Awalnya tempat ini adalah sumber masyarakat. Dan kemudian diperbaiki dan ditemukan struktur di ujungnya. Atas laporan itu kemudian kita lakukan ekskavasi dan ditemukan petirtaan," kata Andi, Sabtu malam (21/9).

Selain ditemukan Jaladwara juga ditemukan lambang Garuda yang masih utuh dan menempel di salah satu sudut patirtan.

Penguatan tentang estimasi struktur bangunan abad ke-10 yakni ditemukannya pecahan keramik di seputar lokasi. Dan belum dipastikan itu peninggalan era Kerajaan Kahuripan.

"Kita belum bisa memastikan era peninggalan kerajaan apa. Namun keramik yang kita temukan merupakan peninggalan abad ke-10. Tentang logo garuda itu bisa beberapa masa," tambah Andi pada merdeka.com

Selain struktur batu bata, bangunan patirtan ini juga ada bahan yang terbuat dari batu andesit.

"Bangunan seperti candi tikus , tengah-tengahnya ada samudra mantana . Untuk perkiraan luasan 17 x 20 meter untuk kolamnya. Untuk luas total belum karena ekskavasi belum selesai kita lakukan dan baru 60 persen mulai 12 har lalu," tambahnya.

Secara terperinci, Wicaksono Dwi Nugroho arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) sekaligus kepala proyek ekskavasi mengungkapkan ditemukan 8 jaladwara, arca garuda yang masih menempel di dinding barat terbuat dari bahan batu.

"Kita juga sudah menemukan dinding di semua sisi sepanjang 17 x 20 meter. Pada bagian tengah juga ada bagian utama 6 x 6 meter dengan kedalaman 2 meter. Kita juga juga sudah menemukan saluran buang di sisi utara mengarah ke timur laut. Untuk patirtan sendiri menghadap ke timur dilihat dari tangga masuknya," pungkasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Pekerja Proyek Revitalisasi Alun-Alun Cirebon Temukan Kerangka Tanpa Tengkorak
Arkeolog Temukan Fondasi Kedaton Lama Kesultanan Tidore Abad 17 di Maluku
VIDEO: Museum Rokok Bentoel Resmi Tutup
Museum Sejarah Rokok Bentoel di Malang Tutup
Benda Sejarah Kerajaan Kanjuruhan Tertanam Paving Halaman SD di Malang
Penemuan 227 Kerangka Anak-anak Korban Tumbal di Peru

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami