Paulus Tega Tebas Leher Kerabatnya Lantaran Menolak Diminta Bekerja

Paulus Tega Tebas Leher Kerabatnya Lantaran Menolak Diminta Bekerja
Ilustrasi Pembunuhan. ©2016 Merdeka.com
PERISTIWA » MALANG | 24 Januari 2021 00:34 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Nasib malang dialami Maksi Obenu (22), warga Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dia batal menikahi calon istrinya Ribkha Elisabet Manggi (19), karena menjadi korban pembunuhan oleh kerabatnya sendiri hingga kepala putus.

Korban dibunuh oleh Paulus Tamoes (38), hanya karena korban melawan saat pelaku meminta untuk menimba air di sumur dan membantunya kerja. Pembunuhan itu terjadi Jumat (22/1) kemarin, di Desa Manubelon.

Menurut calon istri korban, Ribka Elisabet Manggi, pada Jumat (22/1) sekitar pukul 06.00 Wita, setelah bangun tidur dirinya membangunkan korban. Kemudian, dia menyuruh membantu kerja karena sudah tinggal bersamanya. Namun korban beralasan sakit kepala sehingga Ribka tidak memaksa korban untuk bekerja.

Ribka pergi ke sumur yang berjarak sekitar 120 meter dari rumah, untuk menimba air. Saat ke sumur, Ribka sempat bertemu dengan pelaku yang sementara duduk bersama istri dan anak-anaknya.

Setibanya di sumur, Ribka berfirasat buruk dan perasaan kurang enak. Sehingga dia memilih pulang ke rumah. Saat masuk kamar, ia mendapati calon suaminya (korban) sudah tidak bernyawa lagi dengan luka di leher.

Ribka kemudian menuju ke rumah keluarga korban di sekitar desa tersebut. Dalam perjalanan, Ribka bertemu Odi Obenu, kerabat korban. Dia menceritakan kalau korban sudah meninggal dengan kondisi leher terpotong.

Untuk memastikan, Odi Obenu pun ke rumah Ribka dan ternyata benar korban sudah meninggal dalam keadaan leher terpotong. Odi Obenu kemudian pulang ke rumah memberitahukan keluarga perihal kejadian tersebut.

Baca Selanjutnya: Pelaku Membacok Korban...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami