PBB Harus Ambil Tindakan Tegas Terkait Kekerasan Israel di Masjid Al-Aqsa

PBB Harus Ambil Tindakan Tegas Terkait Kekerasan Israel di Masjid Al-Aqsa
Bentrokan warga Palestina dan polisi Israel di kompleks Masjid Al Aqsa. ©REUTERS/Ammar Awad
PERISTIWA | 10 Mei 2021 01:32 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Anggota DPR Fraksi PAN Guspardi Gaus mengecam penyerangan militer Israel terhadap jemaah yang sedang beribadah di Masjid al-Aqsa pada Sabtu (8/9) dini hari. Menurut dia, aksi militer Israel memperlihatkan anti HAM dan tak menghormati agama.

"Tindakan aparat Israel yang melempar granat kejut ke arah jemaah yang sedang melakukan salat tarawih merupakan tindakan keji dan biadab. Israel telah mempertontonkan gerakan zionisme yang anti-HAM dan tidak menghormati agama," kata Guspardi dalam pesan singkat, Minggu (9/5).

Dia menilai polisi Israel telah mempertontonkan kepada dunia kejahatan luar biasa, brutal dan nyata di luar batas kemanusiaan. Menurutnya, aksi Israel itu sudah sangat keterlaluan.

"Dari serangkaian aksi teror dan kekerasan yang dilakukan Israel di Palestina, terlihat ada upaya sistematis Israel untuk mengusir warga Palestina dari wilayah Yerusalem Timur. Penggusuran paksa terhadap rumah-rumah warga Palestina terus terjadi," ujar dia.

Dia mengatakan awal Ramadan lalu pihak Israel juga menyabotase azan di Masjid Al Aqsa. Terkini serangan tentara Israel menyerang Masjid al-Aqsa serta membubarkan jemaah yang sedang beribadah, sehingga menyebabkan sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 polisi Israel terluka sebagaimana dilansir The Times of Israel.

"Tindakan intimidasi dan teror dari militer Israel sudah sangat keterlaluan. Meningkatkan ketegangan di antara Israel dan Palestina," kata dia.

Dia pun mempertanyakan sikap dan peran PBB dalam menyelesaikan konflik yang berkepanjangan antara Palestina dan Israel. Sementara desakan mayoritas negara didunia menginginkan terciptanya perdamaian dan mendorong adanya perlindungan terhadap Masjid Al-Aqsa dan warga palestina.

"Kompleks Masjid Al-Aqsa merupakan tempat suci yang sangat dihormati oleh Umat Islam sedunia. Statusnya sebagai tempat ibadah umat Islam yang dilindungi dan telah ditetapkan sebagai situs warisan budaya dunia oleh UNESCO. Tindakan provokasi terhadapnya bisa memicu kemarahan umat Islam sedunia," bebernya.

Oleh karena itu, kata dia sudah semestinya PBB, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab, dan Komunitas HAM internasional untuk mengambil langkah responsif dan melakukan konsolidasi, sehingga bisa menyelamatkan Masjid Al Aqsa dan rakyat palestina dari praktek imperialis dan kolonialisme Israel.

"Tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada Israel terhadap serangkaian tindakan militer yang telah mereka lakukan semestinya ditetapkan sebagai kejahatan perang luar biasa dan pelanggaran HAM berat," katanya.

Sebelumnya dilaporkan bentrokan meletus antara pengunjuk rasa Palestina dan polisi Israel di luar Kota Tua Yerusalem pada Sabtu (8/5), ketika puluhan ribu jamaah Muslim bersembahyang pada malam suci Islam Lailatul Qadar.

Sedikitnya 80 orang terluka, termasuk anak di bawah umur dan satu tahun, dan 14 orang dibawa ke rumah sakit, menurut Bulan Sabit Merah Palestina. Sementara polisi Israel mengatakan satu petugas terluka.

Ketegangan meningkat di kota itu sepanjang bulan suci Ramadhan, di tengah meningkatnya kemarahan atas potensi pengusiran warga Palestina dari rumah-rumah mereka di Yerusalem---tanah yang diklaim oleh pemukim Yahudi.

Di Jalur Gaza Palestina, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di sepanjang perbatasan dengan Israel. Militer Israel mengatakan massa melemparkan ban dan petasan yang terbakar ke arah pasukan.

Militan Gaza menembakkan setidaknya satu roket ke Israel yang mendarat di daerah terbuka, kata militer.

Israel mengatakan pihaknya meningkatkan pasukan keamanan pada Sabtu untuk mengantisipasi konfrontasi lebih lanjut di Yerusalem, Tepi Barat yang diduduki dan Gaza setelah bentrokan sengit meletus malam sebelumnya di Masjid Al-Aqsa.

Selain itu, bentrokan meletus setiap malam di Sheikh Jarrah Yerusalem Timur, lingkungan tempat banyak keluarga Palestina menghadapi pengusiran dalam kasus hukum yang sudah berjalan lama. (mdk/gil)

Baca juga:
Video Tentara Israel Serang Rakyat Palestina di Masjidil Aqsa, Klinik juga Digranat
"Saya Tidak akan Tinggalkan Rumah Ini Kecuali Saya Mati"
Indonesia Kecam Kekerasan Israel Terhadap Rakyat Palestina di Masjid Al-Aqsa
Wamenag: Indonesia Berdiri di Belakang Perjuangan Palestina
Fraksi PAN DPR Minta Pemerintah Indonesia Bantu Lindungi Warga Palestina
Erdogan Kecam Keras Bentrokan di Al-Aqsa: Israel Negara Teroris Kejam!

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami