PBNU Putuskan Muktamar ke-34 Digelar pada 23-25 Desember 2021

PBNU Putuskan Muktamar ke-34 Digelar pada 23-25 Desember 2021
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho
NEWS | 26 September 2021 01:33 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan penyelenggaraan Muktamar ke-34 NU akan diselenggarakan pada 23 hingga 25 Desember 2021. Keputusan tersebut diambil hasil musyawarah Ketua Umum PBNU bersama Rais 'Aam PBNU Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal PBNU Ahmad Helmi Faishal Zaini.

"Kami bersepakat dan memutuskan bahwa pelaksanaan Muktamar ke-34 NU akan diselenggarakan pada Tanggal 23-25 Desember 2021," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, saat Pleno Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU dilansir Antara, Sabtu (25/9).

Menurut Said Aqil, keputusan itu diambil demi menjaga martabat NU dan keberlangsungan munas dan konbes secara tenang, damai dan teduh.

"Dengan catatan bahwa penyelenggaraan seluruh kegiatan muktamar akan mematuhi protokol kesehatan dan mendapatkan persetujuan satgas COVID-19, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah." ujarnya.

Sebelumnya, konferensi besar yang dilaksanakan pada 2020 awalnya memutuskan Muktamar ke-34 NU akan digelar pada Oktober 2021, namun karena pandemi akhirnya harus diundur pada Desember.

Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar memohon maaf kepada seluruh pengurus di semua tingkatan dan warga NU atas keterlambatan PBNU dalam menjalankan roda organisasi akibat pandemi COVID-19.

“Dengan tulus ikhlas, atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, saya mohon maaf sebesar-besarnya, kepada seluruh jajaran kepengurusan Nahdlatul Ulama di seluruh tingkatan, atas keterlambatan PBNU di masa pandemi COVID-19 ini dalam menjalankan organisasi," kata dia.

Kiai Miftach mengajak seluruh peserta untuk meniatkan keikutsertaan dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2021 ini sebagai bentuk khidmat dalam menjalankan amanah dengan baik.

"Mari dengan tuma’ninah nawaitu berkhidmat dan dengan memohon ridha Allah Swt. amanah ini kita jalankan sebaik-baiknya," ujarnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Ketum PBNU: Dominasi Alkes Impor Menandai Rapuhnya Sistem Kesehatan Nasional
Satgas NU Jadikan Pemberantasan Hoaks soal Covid-19 Program Prioritas
Kiai NU Siap Bantu Pahamkan Masyarakat Tolak Vaksin dengan Alasan Dalil
Ketum PBNU: Kami Punya Pengalaman Pahit Ketika Presiden Gus Dur Dilengserkan
Ketum PBNU Minta PKB Bantu Sadarkan Kiai yang Masih Tak Percaya Covid-19

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami