PBSI Daerah Harap Menpora Mampu jadi Penengah Polemik Djarum Foundation dan KPAI

PERISTIWA | 10 September 2019 14:49 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi diharapkan menjadi penengah polemik yang terjadi antara PB Djarum Foundation dengan lembaga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Polemik dimaksud terkait penghentian audisi PB Djarum mulai tahun 2020. Keputusan itu diambil lantaran penilaian KPAI yang menganggap audisi tersebut sebagai promosi brand image dengan mengeksploitasi anak. Sehingga harus dihentikan.

Desakan tersebut dilakukan sejumlah pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di tingkat daerah. Mereka bahkan siap pasang badan menghadapi polemik tersebut.

"PB Djarum punya peran menyokong terselenggaranya kejuaraan-kejuaraan di daerah. Kami khawatir tanpa bantuan tersebut, bibit-bibit baru atlet bulu tangkis nasional akan terhenti," ujar Ketua PBSI Kota Solo, Susanto, Selasa (10/9).

Susanto meminta agar KPAI melihat permasalahan secara komprehensif. Ia juga menilai audisi Djarum tidak terdapat unsur eksploitasi. Bahkan, dikatakannya, program yang dilakukan Djarum tersebut belum tentu bisa diselenggarakan oleh pemerintah.

Menurutnya, seharusnya KPAI melihat kepentingan yang lebih besar. Selama ini bulu tangkis selalu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Kemudian juga harusnya berterima kasih PB Djarum sudah melahirkan banyak atlet BESAR.

"Kalau tidak ada yang melakukan seperti Djarum, pembinaan pasti ikut tersendat. Pembinaan usia dini sangat penting untuk regenerasi atlet. Kita harapkan Menpora bisa menyelesaikan masalah ini," tandasnya.

Pendapat senada dikemukakan Ketua PBSI Kabupaten Sukoharjo, Agus Sumantri. Menurut dia, audisi yang dilakukan oleh Djarum merupakan komitmen pembinaan. Sebagai contohnya, PBSI Sukoharjo hanya mendapat kucuran dana Rp7,5 juta setahun dari APBD setempat. Dana tersebut sangat tidak mencukupi untuk pembinaan.

"Kemampuan pemerintah jelas terbatas. Seharusnya ya berterima kasih kepada pihak ketiga seperti Djarum ini," kata Agus.

Selain Solo dan Sukoharjo, eks Karesidenan Surakarta menjadi satu diantara daerah langganan PB Djarum dalam menjaring atlet melalui audisi. Selama bertahun-tahun, Kota Solo selalu ditunjuk meramaikan kampanye audisi.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Adakah Unsur Eksploitasi Anak dalam Audisi Bulutangkis PB Djarum? Klik disini

Baca juga:
Fahri Minta KPAI Tak Halangi Anak Kejar Mimpi Juara Dunia Bulutangkis
PB Djarum Hanya Hentikan Audisi Umum, Pembinaan Atlet Tetap Jalan
VIDEO: Susi Susanti Sesalkan Polemik PB Djarum Foundation vs KPAI
Penyetopan Audisi Bulu Tangkis Bakal Hambat Suplai Atlet ke PBSI
Berpolemik dengan KPAI, Ini Sejarah Berdirinya PB Djarum
Eks Komisioner KPAI Sebut Ada Merek Rokok Lain Juga Kembangkan Bakat Olahraga


(mdk/ded)