PDAM Tarakan Raih TOP BUMD Awards, Wali Kota Tarakan Bertekad Tingkatkan BUMD Lain

PDAM Tarakan Raih TOP BUMD Awards, Wali Kota Tarakan Bertekad Tingkatkan BUMD Lain
Wali Kota Tarakan Khairul Terima Penganugerahan Top BUMD Awards 2020. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 27 Agustus 2020 19:35 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Pemerintah Kota Tarakan (Pemkot) menyabet tiga penghargaan sekaligus di ajang bergengsi TOP BUMD awards 2020. Acara ini diselenggarakan di Golden Ballroom The Sultan Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (27/8). TOP BUMD Awards merupakan penghargaan yang diberikan kepada BUMD terbaik yang telah berkontribusi tinggi terhadap pembangunan daerah.

Penghargaan pertama adalah kategori Top Pembina BUMD yang diraih oleh Wali Kota Tarakan, Khairul. Penghargaan kedua, kategori Top BUMD 2020 diraih oleh PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, dan yang terakhir kategori Top CEO BUMD diraih oleh Direktur PDAM, Iwan Setiawan.

Wali Kota Tarakan, Khairul, mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur karena program Sambungan Rumah Gratis Pemkot (RSGP) yang ia canangkan sejak dirinya belum terpilih jadi wali kota itu bisa terealisasikan. Saat ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam sudah memasang 7.600 sambungan air bersih gratis. Khairul menargetkan, pada tahun ini bisa memasang 9 ribu sambungan. Bahkan ia optimis, program ini bisa segera rampung pada tahun 2021 dan bisa memasang sampai 15 ribu sambungan air bersih.

"Ini visi-misi saya dulu. Waktu awal menjabat, baru 43 persen penduduk yang menerima air bersih dari PDAM. Awalnya, target kita 10 ribu. Mudah-mudahan bisa sampai 15 ribu. Doakan saja di tahun 2020 ini bisa selesai 9 ribu sambungan," ujar Khairul saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

Khairul mengungkapkan, air bersih bisa meningkatkan kesejahteraan warganya. Oleh karena itu, meskipun di tengah pandemi Covid-19, ia optimis semua BUMD di Kota Tarakan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, seperti PDAM Tirta Alam yang suda terbukti memenangkan TOP BUMD Awards.

BUMD Kota Tarakan di bidang energi, kata Khairul, saat ini sedang berupaya mengelola limbah medis agar tidak menimbulkan pencemaran. Apalagi di tengah Covid-19 ini, jumlah medis sangat meningkat.

"Potensi limbah medis di Tarakan cukup besar. Di tengah pandemi ini luar biasa sekali. Kalau tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan penyakit. Tahun ini kita juga sedang siapkan mesin penghancur dan pengolah limbah medis," ujar Khairul.

Selain itu, Khairul menyebut bahwa hasil pengolahan limbah medis juga bisa meningkatkan pendapatan daerah. Di tengah pandemi Covid-19 ini, Khairul tidak hanya bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan warganya di bidang kesehatan saja, namun juga di bidang ekonomi.

Dia ingin membangkitkan perekonomian Kota Tarakan melalui peran BUMD. Di bidang agrobisnis, Khairul menyebut, Perumda Agrobisnis Mandiri telah mengelola hasil ternak warga Tarakan. Sehingga warga tetap mendapatkan pemasukan meskipun tingkat konsumsi masyarakat berkurang.

"Para peternak itu sempat kesulitan menjual hasil ternaknya karena banyak restoran tutup, konsumsi masyarakat juga kurang. Akhirnya kita beli dan dikelola BUMD kita. Lalu kita jadikan paket bantuan sembako. Ada ayam dan hasil ternak lainnya," tuturnya.

Bukan hanya itu, Khairul mengungkapkan bahwa BUMD Kota Tarakan juga sedang mengembangkan alat transportasi dengan sumber energi listrik. Seperti mobil dan motor listrik untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

"Pengembangan mobil dan motor listrik sedang kita coba melalui BUMD energi.BUMD energi juga akan mengelola sumur-sumur tua, minyak, dan gas. Nanti kita akan kerjasama dengan pertamina juga," tutupnya. (mdk/hhw)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami