PDIP Minta Parpol Bersabar, Beri Kesempatan Jokowi Susun Kabinet

PERISTIWA | 2 Agustus 2019 16:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah meminta kepada semua pihak, untuk memberikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kesempatan menyusun kabinetnya yang akan datang.

Adapun hal ini disampaikan Basarah saat menghadiri diskusi yang diadakan oleh PNPS GMKI dengan tema 'Hiruk-Pikuk Politik Pacsa Pemilu: Implikasinya bagi Pencerdasan Rakyat'.

"Maka mari kita beri kesempatan kepada Pak Jokowi untuk menata persiapan pemerintahannya 5 tahun ke depan. Konstitusi kita memberikan wewenang kepada Pak Jokowi untuk hak prerogatif menyusun kabinetnya. Mari beri kesempatan hak subyektifnya menggunakan hak prerogatifnya untuk menyusun kabinetnya," ucap Basarah di Menteng, Jakarta, Jumat (2/7).

Dia menuturkan, partai-partai boleh saja mengajukan sejumlah nama sebagai calon menteri. Yang dipandang bisa mengisi kebutuhan kabinetnya.

"Partai-partai politik boleh mengusulkan 10 calon, 40 calon menteri dan sebagainya, tapi akhirnya menyerahkan sepenuhnya wewenang prerogatif Pak Jokowi untuk menyusun kabinetnya," jelas Basarah.

Dia menegaskan, pengalaman hampir 5 tahun menjadi Presiden, Jokowi sudah melampaui masa kritis, masa sulit, memerintah bangsa ini, sekarang Presiden sudah lebih paripurna memimpin bangsa ini.

"Saya yakin pengalaman dan kearifan beliau dalam memimpin bangsa ini masih akan sangat bijaksana menyusun, merumuskan, postur kabinetnya demi kepentingan dan kemaslahatan bangsa yang lebih besar lagi," kata Basarah.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR ini juga menjelaskan, Jokowi akan membicarakan masalah tersebut dengan para ketum parpol pendukungnya. Basarah pun sempat berseloroh kepada Sekjen PSI Raja Juli Antoni yang hadir, bahwa partainya juga akan diajak bicara soal kabinet oleh Jokowi.

"Mari kita tunggu dimana Pak Jokowi menggunakan wewenangnya tersebut, beliau masih mengajak bicara ketua umum-ketua umum partai politik, Pak Raja Juli Antoni tidak usah khawatir," canda Basarah.

Mendengar itu, Raja Juli tertawa dan mengucapkan terima kasih. Dia pun sadar akan posisi partainya sekarang ini.

"Apakah PSI sudah ditawarkan kabinet? Saya ingin katakan sekali lagi, PSI partai baru, kami sadar ukuran kami. Jadi kami tidak sampai ke parlemen, finis di satu sekian persen, patut disyukuri. Tapi kami tidak bermimpi untuk menawarkan diri menjadi bagian dari kabinet," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/rnd)

Baca juga:
Wasekjen PDIP Minta Parpol Beri Waktu Jokowi Susun Kabinet, Tidak Perlu Khawatir
Soal Jaksa Agung, Sekjen NasDem Tegaskan Kabinet Mempunyai Kekuatan Politik
Jawaban-Jawaban Kepala Daerah Jika Diminta Jadi Menteri
PKB: Menteri Harus Lebih 'Gila' daripada Presiden
Ramai-Ramai Minta Jokowi Tunjuk Jaksa Agung Non Politisi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.