PDIP Sebut Anggaran Penanggulangan Corona Harus Diawasi Agar Tepat Sasaran

PDIP Sebut Anggaran Penanggulangan Corona Harus Diawasi Agar Tepat Sasaran
Rapid Test di Bogor. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki
PERISTIWA | 1 April 2020 17:06 Reporter : Willi Irawan

Merdeka.com - Pemerintah telah mengalokasikan penambahan anggaran belanja dalam APBN sebesar Rp405,1 triliun. Penambahan anggaran belanja tersebut ditujukan untuk penanganan Covid-19.

Dari total anggaran tersebut, akan dialokasikan Rp75 triliun untuk belanja bidang kesehatan dan Rp110 triliun untuk perlindungan sosial.

Selanjutnya Rp70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat serta Rp150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.

Politikus PDIP Nabil Haroen mengatakan pemerintah tentu memiliki banyak pertimbangan juga telah melakukan kalkulasi hingga kemudian muncul alokasi dana sebesar Rp405,1 triliun tersebut.

"Sejauh ini, saya percaya hitung-hitungan pemerintah dalam situasi krisis ini. Saya kira banyak pertimbangan yang menjadi rujukan sebelum pengambilan keputusan," kata dia, kepada Merdeka.com, Rabu (1/4).

Menurut dia, Rp405,1 triliun bukan angka kecil. Karena itu, ketetapan dalam membelanjakan anggaran tersebut sangat penting. Skala prioritas harus dikedepankan.

"Rp405,1 triliun ini bukan angka yang sedikit. Tapi uang berapapun yang digelontorkan untuk penanganan Covid-19 juga akan sia-sia jika tidak ada prioritas atau salah langkah," ungkapnya.

Karena itu, anggaran tersebut harus dikawal oleh semua pihak. Dengan demikian, Rp405,1 triliun tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menanggulangi Covid-19.

"Banyak negara-negara besar dan modern yang tumbang oleh krisis ini, kita bisa melihat apa yang terjadi di Italia dan sebagian negara Eropa. Mereka punya tantangan besar, yang beda-beda tiap negara. Jadi angka Rp405,1 itu angka logis, yang harus dikawal bersama agar manfaatnya maksimal," lanjut dia.

Anggota Komisi IX DPR RI ini menegaskan, bahwa berbagai inisiatif maupun upaya pemerintah untuk memberikan 'keringanan' di tengah penyebaran Covid-19 mesti diikuti pula dengan gerakan dari masyarakat.

Upaya masyarakat dapat diwujudkan misalnya dengan inisiatif mendukung upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Perpaduan kebijakannya Pemerintah dan inisiatif masyarakat, kata dia, merupakan kunci penanggulangan Covid-19.

"Prinsipnya saya lihat progess atas bawah, maksudnya pemerintah memberi keringanan, menggelontorkan anggaran, memberi stimulus. Dari warga, ada banyak sekali inisiatif untuk meminimalisir persebaran Covid-19, untuk bersama-sama saling menjaga desa masing-masing, serta ada keinginan tinggi untuk jaga kesehatan," terang dia.

Baca Selanjutnya: Keberpihakan Pemerintah kepada masyarakat kata...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami