PDIP Tak Minat Ketua MPR, Cuma Mau Amandemen Terbatas UUD 1945

PERISTIWA | 13 Agustus 2019 17:46 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Indonesia Demokrasi Perjuangan (PDIP), Ahmad Basarah menyebut, partainya tak mau terjebak dalam perebutan posisi pimpinan MPR. Dia mengatakan, PDIP fokus pada agenda MPR soal amandemen terbatas UUD 1945.

"Partai politik kok sibuk ngurusin jabatan (MPR), PDIP keluar dari situasi itu dengan menawarkan agenda. Ini loh PDIP punya agenda. Apa agendanya? Meneruskan agenda pimpinan MPR periode sekarang, yaitu mengamandemen secara terbatas UUD 1945," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/8).

Partai banteng tidak masalah bila tidak mendapat jabatan ketua MPR. Basarah menegaskan, pihaknya fokus melanjutkan agenda MPR yang tertunda.

"Tidak masalah (PDIP tidak dapat kursi ketua MPR), karena kita sekali lagi stressingnya (penekanan) pada apa kinerja MPR. Nah, tentu kita ingin mengingatkan ini loh agenda MPR periode 2014-2019 punya gawe besar yang tertunda karena ada pemilu," tuturnya.

Basarah menambahkan, bahwa tak ada aturan normatif mengenai ketua dan wakil ketua MPR. Sebab penentuan posisi tersebut melalui sistem paket. Tidak sama seperti DPR yang otomatis pemenang suara pemilu pertama berhak menjadi ketua, pemenang kedua, ketiga, keempat, kelima menjadi wakil ketua.

"Makanya yang harus dilakukan adalah musyawarah mufakat mengenai siapa ketua dan 4 orang wakil ketua. Monggo dibicarakan dalam forum yang baik itu musyawarah mufakat," tandasnya.

(mdk/rnd)