Pedagang Bakso Ditabrak Satpam, Seribu Bakso Dibagikan Gratis di DPRD Bekasi

PERISTIWA | 20 November 2019 22:36 Reporter : Adi Nugroho

Merdeka.com - Puluhan pedagang bakso di Kota Bekasi, menggelar aksi solidaritas di depan Gedung DPRD Kota Bekasi. Aksi ini buntut kekerasan dilakukan seorang petugas keamanan Perumahan Harapan Indah terhadap pedagang bakso keliling beberapa waktu lalu.

Dalam aksi ini, sekitar 1.000 mangkok bakso dibagikan gratis Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (PAPMISO) kepada 50 anggota DPRD Kota Bekasi, Pegawai Sekretariat DPRD, kepolisian, Satpol PP, dan lainnya.

Ketua PAPMISO Indonesia, Yanto SBY meminta agar tidak ada larangan bagi pedagang bakso keliling di wilayah Kota Bekasi untuk melintas di kawasan perumahan dan lainnya.

"Kita cuma meminta agar pedagang bakso tidak dilarang berjualan keliling, apalagi ditindak dengan cara kekerasan seperti yang dilakukan oknum security Harapan Indah kepada Mang Soleh belum lama ini. Tentu ini jadi catatan buruk bagi masyarakat," ujar Yanto di Gedung DPRD Kota Bekasi, Rabu (20/11).

1 dari 2 halaman

Minta Setop Kekerasan Terhadap Pedagang Keliling

Melalui aksi ini, pemerintah diharapkan dapat memberikan teguran kepada pihak pengembang perumahan terutama terhadap developer Harapan Damai Putra selaku pengembang Perumahan Harapan Indah Bekasi agar tidak melakukan cara anarkis dalam menertibkan pedagang.

"Kita tahu aturan, dan kita tidak akan berkeliling dagang bakso di tempat yang dilarang. Tetapi di Harapan Indah enggak ada larangan, apalagi Mang Soleh cuma keliling, bukan mangkal," katanya.

Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak merasa prihatin dengan peristiwa perusakan gerobak bakso milik Soleh. Ia mengecam tindakan arogan oknum security Perumahan Harapan Indah dalam menertibkan pedagang.

"Saya selaku anggota DPRD sangat menyesalkan atas tragedi ini," katanya.

2 dari 2 halaman

Pedagang Bakso Ditabrak Satpam di Bekasi

Video berisi seorang pedagang bakso ditabrak satpam kawasan Harapan Indah viral di media sosial. Pedagang itu ditabrak ketika penertiban pedagang kaki lima pada Minggu (3/11).

Humas Hasana Damai Putra Grup selaku pengembang kawasan Harapan Indah, Claudia mengatakan, kasus penertiban yang berujung penabrakan terhadap pedagang bakso diselesaikan secara kekeluargaan.

"Sudah selesai secara damai. Kedua belah pihak sudah bertemu langsung," kata Claudia ketika dihubungi, Senin (4/11).

Menurut dia, pengembangan Harapan Indah bersedia mengganti rugi kerusakan gerobak yang rusak akibat ditabrak tersebut. Adapun satpam juga diberikan sanksi oleh perusahaan.

Dia menambahkan, penertiban pedagang kaki lima di kawasan Harapan Indah rutin dilakukan. Sebab, kata dia, manajemen memiliki kebijakan kalau kawasan harus bebas pedagang kaki lima. Adapun standarnya yaitu memberikan teguran supaya tidak berdagang di pinggir jalan.

Dalam rekaman video yang beredar, gerobak yang ditabrak terjungkal ke depan. Dagangan bakso milik Sholeh itu terlihat berantakan di badan jalan. Sedangkan, tampak sepeda motor yang dipakai Satpam menabrak tergeletak di samping gerobak.

Kapolsek Tarumajaya, AKP Yudho Antohudri mengatakan, hasil pengecekan di lapangan kejadian itu bermula ketika satpam kawasan melakukan penertiban pedagang kaki lima di sekitar Transera Water Park.

"Enggak ada pemukulan, hanya (gerobak bakso) ditabrak pakai motor," kata Yudho.

Yudho membenarkan bahwa kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan, polisi telah memanggil keduanya untuk mediasi. Hasilnya kasus tidak dilanjutkan.

"Kedua belah pihak datang ke Polsek hari ini dan sama-sama meminta maaf," katanya. (mdk/gil)

Baca juga:
108 PKL Pasar Senen Bakal Direlokasi ke Kenari Awal Desember
Satpol PP Tertibkan Puluhan PKL di Trotoar Pasar Serpong
Begini Suasana CFD yang Bebas Dari PKL
Aksi Satpol PP Bentangkan Spanduk Larangan PKL Berjualan di Car Free Day
Tertibkan PKL, Satpam di Bekasi Tabrak Gerobak Bakso
Nyamannya Berolahraga di CFD yang Bebas PKL
Pemkot Solo akan Tertibkan 57 PKL Kalilarangan Solo pada 2020

TOPIK TERKAIT